Menjelang Ramadhan

Sebentar lagi Ramadhan datang ya.Mungkin orang2 disini ga peduli, se ga pedulinya gw klo mereka pada thanksgiving. Tapi Ramadhan itu sesuatuk buat gw. Ga ada Ramadhan yg ga gw inget.

Semuanya berjalan lambat di hari-hari pertama Ramadhan. Kelaperan yg merajalela dan gw yg masih kikuk dengan sholat lima waktu. Mesjid yg masih kepenuhan dan gw yg ngantuknya berlebihan. Setelah bbrp hari, Ramadhan terasa manisnya. Moment-moment hangat di penghujung malam bersama si Tuhan. Gw yg biasanya merangkai kembali cita-cita gw dalam bungkus doa. Tuhan Dita pingin kerjaan yg bagus, Tuhan Dita pingin pacar, Tuhan Dita pingin kencan, dsb.

Kadang di pertengahan Ramadhan gw jenuh dengan rutinitas. Lalu gw mulai deh bikin2 apa gitu. Ikut2an buka bersama atau ngapainlah, bersosialisasi. Yang lalu membuat gw sebel karena waktu beribadahnya kadang berkurang.

Ah tapi secapek-capeknya Ramadhan ataupun sebosen-bosennya, bulan puasa terasa manis. Semanis tajil es cendol atau buah peach. Entah apanya yang membuatnya legit. Mungkin kedekatan gw dengan Tuhan, mungkin kedekatan gw dengan keluarga. Mungkin juga kedekatan gw dengan diri gw sendiri.

Es teler perawan buatan sendiri

Es teler perawan buatan sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s