DM gw dong!

Kutekku keren ya..

Kutekku keren ya..

Rasanya berat saat baru mulai menyukai grup musik yang udah  20 tahun lebih malang melintang di dunia musik. Album kompilasi hitsnya aja udah ada dua, ditambah orang2 udah bikin tributnya segala. Ada list panjang lagu yang harus ditelaah,  diskografi yang rajin belum lagi pergantian personil. Ah udahlah, ga usah ngefans aja. Kan malu ngaku fans tapi cuman dengerin greatest hitsnya doang.
Jadi begitulah ceritanya saya dan Depeche Mode.

Di suatu hari di masa remaja (alah), ga sengaja nemu kaset tribut yang covernya menarik hati. Tulisannya DM. Ada Smashing Pumpkins, Veruca Salt, Hooverphonic, Deftones, Rammstein, dll. Wah ini wajib punya. Daaaann lalu jadi salah satu album favorit aja dong.  Tanpa ngeh apalah ini DM maksudnya.
Ehm, ternyata Depeche Mode.

Kegemaran terhadap Depeche Mode ini seperti sedikit demi sedikit diinjeksikan ke tubuh. Akibat keder melihat panjangnya diskografi belum lagi album remix sana-sini, akhirnya diputuskan untuk ya udah deh, sekedengernya aja.
Sedikit demi sedikit, melalui berbagai media. Sekarang sih, udah jelaslah pasti lewat Spotify cintaku.
Kegemaran yang tak seberapa ini perlu sering dipamerkan karena di suatu hari di bulan Ramadhan, iseng mengubek-ngubek Holi Market Tebet dan menemukan seonggok kaos bekas DM dibandrol harga 20ribu. Ukurannya cukup kecil dan dasar wanita, masihlah ditawar hingga 15ribu ditambah bolongers motif helikopter. Mungkin karena kesian sama peditnya anak ini, akhirnya kaos itu dibawa pulang, digunting tangan dan lehernya biar makin pas. Entah karena kaosnya keren banged atau kebiasaan saya yang seperti anak kecil punya baju baru, kaos itu dipakai hingga 5 hari berturut-turut. Tentu saja sempat dicuci juga. Begitu selesai cuci langsung dipake lagi. Ga kok, ga bauuukk.
Lalu kepikran, kapan ya kita bisa nonton Depeche Mode secara langsung dan joged-joged I Just Can’t Get Enough?

Kaos andalan. Kacamata andalan. Kelek andalan.

Kaos andalan. Kacamata andalan. Kelek andalan.

Eh alhamdulillah, tibalah saatnya pentasbihan buat para penggemar musik elektronik. Ada konser DM di Jones Beach, ada temen yg jual tiket sekaligus nyari temen nonton bareng dan mau nyetirin. Berangkat! Dia sih udah keempat kalinya nonton DM, dan bisalah dikategorikan fans. Sedangkan saya? Malu-malu muncul dengan kaos Playing the Angel murah lalu bilang, sukanya lagu World in My Eyes, karena itu dibawain the Cure di album tribut. Jadi sukanya DM apa the Cure?

Tapi tentu saja, DM seolah menjamin, yang tadinya ga ngefans jadi ngefans, yang tadinya agak ngefans jadi ngefans banged setelah menonton konsernya. Tadinya saya mengira akan melihat pakde-pakde british umur 50an berdiri anteng di atas panggung sambil pencet-pencet keyboard dengan musik yang bikin takut kesetrum. Ternyata enggak toh. Dave Gahan, vokalisnya, pecicilan banged, dari lagu pertama sampai terakhir sibuk nari sana-sini, muter-muter, angkat berat penyangga mikrofon dan ahem, pinggulnya lentur banget ya.

Om-om pecicilan dan begajulan

Om-om pecicilan dan begajulan

Martin Gore tentunya ga ikut dansa-dansi keliling panggung, karena memang ga ada ceritanya pemain kibord begajulan, alat musiknya kan berat. Tapi  sebagian besar pengunjung Jones Beach malam itu mahfum siapakah nama besar di balik lagu-lagu jenius DM. Andy Fletcher juga anteng aja pencet-pencet tuts kibord sambil keduanya nyanyi2 bareng Dave Gahan.

Konser dibuka dengan Welcome to My World, salah satu lagu dari album terbaru mereka, Delta Machine. Saya senyum getir karena kurang getol mendengarkan album baru itu malahan lebih mengulang-ulang Enjoy the Silence.  Tapi memangnya DM ini senang membuat takjub penonton, karena bahkan tanpa menghapalkan lirik lagu-lagunya saya lebih banyak tersihir menyaksikan mereka semua energetik sekali. Minum kukubima apa ya. Errr… Belum lagi visual panggungnya cakep dan membuat saya mendadak pingin jadi artis video art. Yang paling saya suka yaitu video dimana ada 5 cewek melipat-lipat  tubuhnya sehingga masing-masing pas berbentuk segitiga. Garis-garis tubuh dan ekspresi mereka cantik sekaligus keliatan agak salah urat. Tapi tetep cakep tentunya.

Visual berupa mbak-mbak yang suka origami diri sendiri.

Visual berupa mbak-mbak yang suka origami diri sendiri.

Ngobrol-ngobrol sama si teman konser, akhirnya saya mengerti kenapa Depeche Mode ini begitu influensial. Saya walopun ga pernah ngaku sebagai penggemar musik elektronik, toh ga bisa bilang ga suka sama DM. Musik elektroniknya kelam, gelap dan kuat. Eugh, kuat ini apakah istilah yang cocok ya?  Tapi ya itulah, mendengarkan DM lebih kebayang robot-robot transformer berkelahi daripada game lucu nintendo Wii.
Saya begitu menikmati atmosfir konser malam itu. Rasanya seluruh pengunjung berdiri dan goyang-goyang. Dih ngapain pada beli tiket yang ada tempat duduknya ya?

Depeche Mode kehabisan visual, tamatnya ga beda jauh sama TVRI. Kurang Rayuan Pulau Kelapa aja nih.

Depeche Mode kehabisan visual, tamatnya ga beda jauh sama TVRI. Kurang Rayuan Pulau Kelapa aja nih.

Ga kerasa konser selesai, dan Dave dadah dadah ke penonton. Loh gimana in, belum sempet goyang bersama I Just Can’t Get Enough? Biar dikata lagu itu lebih bernuansa Club 80ies daripada semangat DM, teteplah ini pinggul kurang olahraga. Untunglah kebiasaan konser pada umumnya berlaku juga pada konser DM ini. Om-om pada balik lagi dan langsung dong intro centil terdengar. Hore! Goyang mang!
Akhirnya konser beneran selesai dengan lagu Never Let Me Down Again. Temen saya jerit-jerit kegirangan karena itu lagu kesukaan dia. Saya juga ikut2an bersorak “Smashing Pumpkins!” Loh? Salahkanlah album Tribute to the Mashes!

Oleh-oleh yang lihat boleh beli jangan. Mahils bok.

Oleh-oleh yang lihat boleh beli jangan. Mahils bok.

Kerenan kaos gw yang 15 rebu kan!

Kerenan kaos gw yang 15 rebu kan!

 

Iklan

5 thoughts on “DM gw dong!

      • iyaaa tadi rada surprise ini ditaa temen gua apa yang mana ..begitu ada judul dora emon ooo iya bener…abisan dah bahasa indonesia semua hahaha tapi seru neng …menyegarkan bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s