Pergantian musim

Musim panas nyaris usai. Daun-daun belum menguning, tapi udara terasa renyah dan temperatur merendah. Kaki-kaki tak lagi ramai bersendal jepit, beberapa manis bersepatu lars.  Hari dan malam hampir sama panjang, dan saya kembali gelisah. Dengan berat hati saya menyarungkan badan dengan kaos lengan panjang.

Sesuka-sukanya saya pada musim panas, toh musim berganti juga. Karena mesin waktu belum terbukti secara ilmiah dan mungkin saja belum ramah pagi pengguna. Dan dunia tetap berputar. Untuk menjelang hari baru dimana matahari berpindah.

Di dekat katulistiwa, mungkin tidak terlalu terasa bedanya. Hari di ujung ataupun tengah tahun begitu-begitu saja. Sama panasnya, sama rentangnya. Mungkin yang satu lebih banyak tercurah hujan dibanding lainnya. Tapi di negara empat musim, terasa ada yang berbeda. Pola matahari mempengaruhi dingin atau panas. Manusia yang tetap ingin tinggal disini, ya beradaptasi. Saya seringkali heran, kalau tempat ini bersalut salju dan terbukti bukan lingkungan yang ramah bagi manusia normal, kenapa juga sih ngotot tinggal disini? Bukankah masih banyak tempat lengang di sekitar lintang nol?

Tapi saya mengancingkan kemeja flanel saya lalu merapatkan jendela. Saya terbang jauh kesini bukan tanpa alasan. Bukan sekedar iseng apalagi gaya. Karena kalau mau gaya, kita contoh saja Niken atau Henny yang mengecap tinggal di tempat orang liburan. Disana saya bisa centil-centilan bercelana pendek dan kaos kutung sepanjang tahun.

taman1

Sudah dua musim panas, dua musim dingin terlalui disini. Tanpa sadar saya menggunakan musim sebagai pertanda. Misalnya, musim panas lalu saya piknik di tepi sungai Hudson atau musim semi tahun ini saya makan sushi di taman. Banyak yang bilang tak terasa ya.  Saya akan menghela napas, bohong kalau tak terasa. Saya kepanasan, kedinginan, keanginan dan kena badai. Banyak yang terjadi di kota besar ini.  Berbagai peristiwa, dengan nuansa warna empat musim. Banyak yang tidak sempat terceritakan, berbagai alasan dan kendala. Tapi yang jelas, saya rela menempuh satu musim gugur dan musim dingin, untuk kembali bertemu dengan musim panas lagi. Disini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s