Damon Albarn di Governors Ball

Governors Ball

Oiya, akhirnya jadi juga nonton Damon Albarn. Hore!

Sayang kita ga sempet ngobrol karena gw pulang duluan kecapean. Hihihi, sok penting lu Dit.
Momen nonton Damon ini jadi titik penting *alah di hektiknya liburan kemarin. Karena saat Damon Albarn nyanyi lagu favorit, gw sudah tergeletak pasrah di atas rumput. Untuk pertama kalinya dalam sejarah nonton konser, gw permisi ke belakang alias kamar kecil lalu ga beringsut balik ke bibir panggung.
Ngapainlah deket-deket sana Damon Albarn kalo udah akrab kayak sahabat di mimpi. Ngokkkk.

Sejarahnya nonton Damon Albarn ini adalah bagian dari rangkaian festival Governor’s Ball. Gw yang biasanya antusias dan semangat berlebihan nonton festival musik, kali ini menyeret-nyeret kaki sambil sibuk udah-aduh sepanjang jalan. Mungkin waktunya yang kurang tepat. Dua minggu sebelumnya, Papa, Mama, Dimas berkunjung ke New York dan kita kemana-mana di New York. Ngalah-ngalahin petugas sensus, dari Manhattan, Brooklyn, Queens sampe Staten Island didatengin. Governor’s Ball yang diadain di Randall Islands ini ada di daerah Bronx, jadi bisa dibilang kita mampir ke Bronx juga walopun cuman di perairannya :P

dimasbackgovball1

Pagi itu Mama Papa kembali ke Bandung. Gw dan Dimas tentunya ikut serta ke bandara, sibuk gotong2 koper dan foto-foto ala ala turis. Tiket Governor’s Ball sudah di tangan, beserta tiket ferry, gw bahkan udah siap bawa segala konser gear andaikata ga sempet balik dan harus langsung jingkrak2. Untungnya sempet tidur siang sejenak, makan banh mi dan oles-oles dikitlah biar ga kayak anak kampung.

Gw dan Dimas antara semangat dan ngantuk berangkat ke terminal ferry. Sampe disana, gw ternganga-nganga, widiiiih rame banged ini manusianya. Tumpah ruah dan semua nampak paling hip, penggemar musik setia. Untungnya antrian lancar, dan kita alhamdulillah dapet kapal besar, tiga tingkat lengkap dengan bar, dj dan live musik di setiap lantainya. Tapi yang tadinya mau menikmati kapal dengan syahdu, akhirnya tetep juga dempet2an sama para penggemar musik yang energinya masih pada penuh. Untung aja diganjel Corona ;)

Pesta duluan di kapal ferry

Pesta duluan di kapal ferry

Sampe di Randall Islands lalu ngantri lagi. Intinya ini festival yang paling banyak antrinya. Mungkin karena kebanyakan pengunjungnya, susah sekali mencari spot-spot tenang di festival ini. Secara keseluruhan, mayoritas pengunjung adalah abg. Mereka pake make-up glitter, jingkrak sana-sini dan teriak2 tanpa agenda. Gaya khas pengunjung konser wanita adalah celana pendek jeans. Dandanan rambut yang banyak dianut adalah iket kepala, rambut kanan digerai nutupin jidat dan telinga, lalu rambut kiri disematkan di belakang telinga.

Adek-adek di Governors Ball

Adek-adek di Governors Ball

“Kok banyak yang mirip Renny Jayusman ya?”
“Bukan! Itu mah Taylor Swift!” sanggah Dimas dengan tatapan menghakimi. Anjis kanyahoan kolotna :P

Sedikit banyak tingkah laku anak2 kecil ini mengganggu buat gw. Setelah khatam Phoenix. Kita berusaha nyempil di antara kerumunan jamaah La Roux dan Grimes. Kurang sukses karena sama sekali ga ada keinginan jingkrak-jingrak walow keduanya notabene artis musik dansa. Mau pergi ke panggung yang agak jauhan, malesnya menembus lautan manusia yang banyak banget. Kita berdua begitu lelah dan habis energi nyensus New York kemarin.

Al

Entertainment by the Phoenix!

Akhirnya kita memutuskan untuk santey aja sambil  nungguin Damon Albarn, biar dapet spot yang kece. Eh, ternyata ga terlalu rame ya panggung Damon Albarn. Kita bernapas lega, ngantri bareng fans Damon yang lebih tenang karena terasa usianya udah bukan abg lagi. Hihi. Seenggaknya gw ga akan keinjek-injek Taylor Swift yg ajrut-ajrutan.

Tentu saja yang pertama mendapat perhatian gw adalah si bungsu, gitaris Jeff Wootton. Demn, manis bgt anak ini, persis type cowok indis yang pingin gw pacarin *eh.

Si bungsu

Si bungsu

Walopun sebulan ke belakang gw rajin dengerin album solo-nya Damon Albarn, sesungguhnya gw sama sekali ga hapal liriknya. Gw lebih kagum sama betapa eksperimentalnya Damon ini, banyak unsur etnik dan perpaduan world music di lagu-lagunya. Ya ga heran sih, dia disponsori Oxfam bareng sama artis-artis lainnya buat musik di Mali. Saat itu juga langsung catet untuk ngirimin lowongan ke Oxfam, siap jadi official buat nganter Damon ke Mozambique misalnya *ngarep.
Musik Damon saat ini, menurut gw lebih mirip The Gorillaz daripada Blur. Agak misterius gimana gitu. Damon di awal konser lebih banyak nyanyi. Abis itu dia ganti-ganti main gitar, main piano dan pianika. Sambil nyanyi juga tentunya, kecuali pas mainin pianika.

Penontonnya pada kalem, dan kebanyakan juga nonton aja, ga ikutan nyanyi. Rasanya pingin salaman sama mas-mas di sebelah “Mas, belum apal ya? Sama nih. Boleh pinjem iPhone-nya buat nyari liriknya?”
Eh tapi waktu intro Tomorrow Comes Today terdengar, mas-mas ini langsung hepi dan lancar nyanyi sampe akhir lagu. Duh, pontennya lebih gede ini mah.

Selanjutnya banyak lagu Gorillaz dinyanyiin. Dimaklumkan juga diamini penonton yang terbukti anak 90-an semua. Album solo Damon Albarn kan baru satu, apa mau dinyanyiin sealbumeun? Dan tentunya nama Damon Albarn ga bisa lepaslah dari rekam jejak masa lalu. Naha jadi mirip kampanye capres.
Penonton cukup menggila ketika Feel Good Inc dimainin. Nyanyi-nyanyi, puter-puter, saat gw iseng balik badan wih mukanya seragam kabeh. Antem 90-an manalah yang bisa kau dustakan.

damonalbarn1

Gw pingin ikut dansa-dansi juga sih, tapi aduh mak, anak 90-an juga usianya ga bo’ong. Dimas sih udah dari lagu kedua lengser keluar kerumunan. Gw bergabung lalu ngampar dengan lega. Toh meskipun dari pinggir, Damon keliatan jelas, dan berilah betis ini istirahat, ya Allah.
Pas banget lagunya Photographs You’re Taking Now. Syahdu gitu. Siapa juga yang mau ajrut-ajrutan, Damon Albarn-nya aja duduk. Iya duduk soalnya dia kan main piano buat lagu itu. Dan lagu selanjutnya, yaitu.. Out of Time!
Gw sebenernya berharap tapi takut gitu deh akan keluarnya lagu Blur. Takut kecewa, siapa tau Damon beneran udah ga mau inget masa pacaran sama Graham Coxon. Takut kalo sekalinya dimainin keluarlah lagu Blur yang eike kurang doyan. Tapi Damon kayaknya baca postingan blog yang waktu itu ya. Wae :P Jadi dia duduk manis di depan piano, dan memainkan lagu Out of Time sendirian aja. Gw yang menonton dari kejauhan mau pingsan saking senengnya. Ga bisa minta lebih deh, lagu ini bener-bener jawaban tulisan blog sebelumnya. Haha.

Abis Out of Time, masih dilanjutin sama All Your Life. Sempet ngarep ada No Distance Left to Run, tapi kayaknya berlebihan dan malem itu ga boleh mellow-mellow teuing. Damon langsung mengajak penonton jejingkrakan di encore karena dia mainin Clint Eastwood. Gw langsung melonjak senang menyambut meriah “Yeah, Godzilla, YEAH!!” Yang lalu disikut lagi sama Dimas “Gorillaz kaliii…”

*mundur ke belakang perlahan*

Sekelurahan nyanyi Mr. Tembo

Sekelurahan nyanyi Mr. Tembo

Konser ditutup dengan dipenuhinya panggung oleh segereombolan penyanyi gospel dan bergandengan tangan nyanyi Kemesraan. Ya enggaklah. Dari ramenya udah ketebak ini pasti Mr. Tembo. Segenap penonton pun langsung joged-joged tak tentu arah. Bahagianya kami malam itu. Sampai Heavy Seas of Love berkumandang dan kami pun pulang dengan hati senang.

Gw dan Dimas juga bersyukur banget karena pulang yuk pulang, capek oooyyy…

Tolak anginlah jawabannya

Tolak anginlah jawabannya

Iklan

4 thoughts on “Damon Albarn di Governors Ball

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s