Di balik pilihan bersepeda

Akan selalu menjadi polemik. Belum sebulan menjabat, semua terobosan Jokowi sudah dikecam sana-sini, mau jadi apa bangsa ini di lima tahun ke depan? Presiden kita ini memang selalu menjadi sorotan publik. Dan akan selalu terjadi pro dan kontra di antara kita, perdebatan panjang.

Seperti inilah rakyat yang belajar demokrasi. Belajar mengutarakan pendapat, berpikir dan mengkritisi pemerintah. Ga masalah, di manapun sisi anda, setiap orang bebas berpendapat. Dan memang pemerintah perlu dikritisi agar ada yang mengawal. Agar beliau-beliau tahu bahwa rakyat tidak tinggal diam setelah kemarin mengelu-elukan namanya.

Tapi yang bikin saya jengah, argumen banyak yang didasarkan sentimen semata. Yang disorot adalah ini loh gw rugi bandar dengan kebijakan ini, lalu mencak-mencak. Kritislah dengan logika yang valid, menyangkut kepentingan orang banyak dan sebisa mungkin untuk jangka panjang. Kritislah supaya kita menjadi lebih baik, bukan hanya membuat orang lain terlihat jelek.

Dan saya capek membaca status yang isinya maki-maki. Seperti inikah budaya bangsa kita? Senangnya mencaci dan miskin apresiasi? Bahwasanya, ada yang sedang bulan madu dan lalu ada barisan sakit hati. Bukankah kita lama-lama nampak seperti peran sinetron drama remaja?

Saya sendiri masih harus belajar banyak dalam hal ini. Berangkat dari sistem pendidikan yang mengutamakan keseragaman, saya takut untuk berpegang pada nilai-nilai sendiri kalau itu nyeleneh. Saya pun masih harus belajar lapang dada bahwa ga semua setuju menyisihkan sedikit nafkahnya agar ada anak di ujung Indonesia bisa bersekolah. Saya mau protes juga ga pantes, karena lebih suka bersepeda.

Udah ah. Ngawur.

Iklan

2 thoughts on “Di balik pilihan bersepeda

  1. Dan kemarin gw iseng nge-status di FB, jadi manjang dan rame hoho. Setuju banget dengan statement : argumen banyak yang didasarkan sentimen semata

    sekarang kayanya karena dah benci ya mau buat apa aja bakal digosipin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s