Film akhir-akhir ini

filmObvious Child
Film yang Brooklyn banget. Ada sedikit unsur romkomnya, atau banyak yah. Dengan ending yang bikin hangat di hati. Favorite scene: waktu Donna dan dua temennya goler2 di apartemen dan sahabatnya cerita waktu dia aborsi pertama kali.
Si cowoknya manis banget, khas computer geeks, not my type mungkin karena broad shoulders. #nawooonn
Tapi mungkin dari semakin sedikitnya film jenis ini yg bikin gw kangen pacar2an, Obvious Child adalah salah satu yg gw suka karena kadar romensnya pas aja. Akhirnya walaupun agak ga ketebak tapi bikin hangat di hati.

The Grand Budapest Hotel
Sweet. Wes Anderson sweetness.
Semakin kesini, film-film Wes Anderson semakin giung. Tiap adegan warna-warnanya bikin pingin ngecat ulang kamar sendiri. Tiap adegan fotografik sekali, pingin dipotong satu-satu terus dibingkai.
Dan ceritanya lucuuu… Aktor-aktornya juga ya ampuuunnn. Edward Norton dan Adrien Brody di satu film, glekk. Mampuslah si penggemar mata sayu.
Kalo boleh banding-bandingin, gw lebih suka ini daripada Moonrise Kingdom. Mungkin karena Moonrise Kingdom itu kebanyakan cerita ga masuk akalnya, sama cinta-cintaan. Ya Grand Budapest Hotel juga sih, tapi lebih natural gitu kacrutnya. Hehe.
All in all, kayaknya cuman Wes Anderson yang bisa bikin film begini.

Theory of Everything
Penonton pasti udah siap2 bawa saputangan ya karena tau ini kan film berdasarkan kisah nyata Stephen Hawking. Film yang manis. Cantik. Warnanya pastel. Banyak adegan video klipnya, scene Stephen dan Jane di pesta koktail itu bikin pingin menari-nari dan jatuh cinta lagi. Dan walopun bikin sedih, tapi ga mencabik-cabik. Cukup cepat move-on dari satu titik ke titik lain. Dialognya ga terlalu banyak tentang fisika, karena film in dibuat berdasarkan buku yang ditulis Jane.
Tapi tetep aja, film ini mengingatkan gw akan fisika. Betapa bencinya gw akan pelajaran ini, sekaligus gw yang sampe sekolah terakhir pun masih aja belajar fisika. Nonton film Stephen Hawking itu gw jadi kepikiran, fisika itu menyenangkan yah. Haha, nawon deui. Sok keren luh. Jadi pingin baca buku itu the brief history of time.

I Wish I Was Here

Sebagai penggemar film2nya Focus Features, gw kayaknya berharap terlalu banyak sama film ini. Yang walaupun idenya menarik, ternyata eksekusinya kelewat sederhana. Biasa deh, tentang bapak beranak dua yang susah nyari kerja sesuai minat dan bakatnya lalu harus menghadapi keluarga dan dunia. Istrinya diperankan Kate Hudson, luar biasa cantik, seksi, sabar dan berdedikasi. Mungkin harusnya dibikin twist ending kali ya biar ga terlalu Hollywood teuing. Yang gw suka dari film ini, latar belakang keluarga yang Yahudi banget :)

Gone Girl
Uyeh, filmnya keren. Terbukti gw beneran nonton tanpa ada jeda bosen sepanjang film.
Favorit gw adalah tokoh Margo si sodara kembar sama detektif cewek yang judes.
Karakter Amy dan Nick juga keren banget, bravo buat Ben Affleck dan Rosemund Pike. Totalitas.
Udah lama emang ya ga nonton thriller begini. Sebenernya ini jadi salah satu genre film kesukaan gw. Single White Female sama The Hands that Rock that Craddle. A Kiss Before Dying.
Gw suka tokoh psikopat yang dari pertama keliatan normal, tapi sedikit demi sedikit mulai terungkap miringnya. Dan pada akhirnya keliatan banget ni orang sinting.
Di Gone Girl, terasa sekali penggiringan opini penonton pada Amy, dari cewek manis keren yang pertama ketemu Nick, terus lama-lama ya begitu deh.
Penonton juga diacak-acak keberpihakannya. Dari yang pertamanya menerka-nerka problem rumah tangga Nick dan Amy, simpati pada Amy, simpati pada Nick, dan ini berganti-ganti.
Gw kira film ini bakalan njelimet. Ternyata ga juga. Noh sana nonton Inherent Vice kalo mau bingung.

Listen Up Phillip
Jason Schwartsman yang biasanya jadi cowok manis, disini jadi cowok hayang ditampiling. Film ini tentang cowok penulis nyebelin dengan latar belakang New York dan sekitarnya. Film ini lucu tanpa harus dibanjiri dialog-dialog komedi. Gambarnya seolah-olah dikasih filter instagram, padahal settingnya masa kini. Alurnya cukup bikin kecele pemirsa karena romensnya berganti-ganti.

Inherent Vice
Film paling bikin emosi gara2 gw ga ngerti ini film tentang apaan. Salahkan Joaquin Phoenix yang seneng peran-peran sakit jiwa dan di film ini dia jadi detektif yang stone and high melulu. Ngomongnya bergumam ga jelas, bikin gw pingin kaul kalo film ini ada teksnya gw akan sholat shunnah nanti malem ya Allah. Tapi gw rasa sih, kalo gw ngerti, gw akan suka film ini. Seksi, berbagai adegan konyol dan musiknya maknyus. Lagu Les Flour dari Minnie Riperton resmi berkumandang untuk keseratus kalinya dalam seminggu ini :)

The Interview
Film komedi bromance James Franco dan Seth Rogen. Gw ngebayangin pas bikin film ini mereka berdua senang-senang dan penuh ketawa-ketiwi. Karena pada dasarnya gw bukan penggemar film komedi kecuali film Stephen Chow dan film kartun, jadi buat gw film ini biasa aja. Kalo ada yang istimewa, yaitu penampilan Randall Park yang jadi Kim Jong Un. Karakternya kurang kejam sih, tapi gokilnya pas.

Tapi yah, dari semua film yang gw tonton di 2014, rasanya Boyhood masih jadi favorit. Abis itu Birdman.
Boyhood karena Ethan Hawke, jaminan mutu. Dan yah gimana lagi dong, gw sukanya film drama yang lambat, lebih menonjolkan emosi daripada aksi. Boyhood menampilkan semua itu, ditambah epiknya film ini dibuat selama 13 tahun. Kagak ada Ethan Hawke dikasih rambut putih dan ditambah kerut-merut di muka. Natural aja, kayak iklan sabun :P (ini bodoran jayus taun berapa ya?) Dan buat gw, apalagi sih yang lebih menarik dari masa-masa beranjak remaja? Coba tolong diingat siapa yang paling rajin berburu buku-buku Judy Blume? Udah deh, pas banget Boyhood menjawab semuanya.

Tapi lagi, sebenernya ya, di hati ini Boyhood masih kalah dibanding Frances Ha ;)

Iklan

4 thoughts on “Film akhir-akhir ini

  1. malem ini baru mau ntn theory of everything dan boyhood.
    ah tapi ya emang, wes anderson mulai mainan warna dan semua scene fotogenik sekali…semacam kameranya menangkap momen ala instagram. ceritanya sedih tapi warnya…..menghangatkan hati *apeu* ;))
    lalu gone girl…ah situ film gila….entahlah….kayaknya di akhir film gw cuma bisa bilang…”mereka tetap bersama…..beranak…GILA”

    • Siap-siap tissue buat Theory of Everything ;)

      The Grand Budapest Hotel juga pake 3 aspect ratio yang berbeda! Giling ya Wes Anderson, segitunya. Aku kira tv-ku yang ngaco :P

      Hihihi, namanya juga psikopat. Tapi seru ya filmnya, banyak twisted plot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s