Tag + kompilasi lagu + kuis + promosi tak berbayarx

Kena tag sama Etsa di instagram, maka akan saya balas disini. Loh kok beda media?
Abisnya kalo di instagram ga bisa nulis panjang-panjang. Saya termasuk orang yang senang menggunakan sesuatu sesuai fungsinya. Mau nulis panjang ya di blog, instagram buat foto-foto dan facebook buat jejaring sosial stalking orang-orang pada ngapain aja. Twitter buat segala yang random.
Eniwei..
Sudah semenjak tiga tahun belakangan ini, sumber musik saya adalah Spotify. Nyaris 90%. Sisanya dengerin vinyl punya Jesse. Kadang dengerin vinyl punya sendiri sih, tapi apalah artinya 10 keping plat dibanding ratusan plat dia. Kadang dengerin cd juga, tapi makin langka ya benda ini. Saya nyaris ga pernah dengerin lagi lagu-lagu format MP3 yg dulu rajin ditata di folder “Mucik” #sokimyut. Dengan ribuan lagu di Spotify, rasanya ga pernah kekurangan referensi musik. Ditambah, mood saya berubah-rubah antara pingin dengerin lagu baru secara acak dan mengulang-ulang album yang lagi bikin kasuat-suat. Spotify memberi rujukan tepat untuk lagu dari band-band yang namanya semakin lama semakin aneh, dan juga menampung album-album klasik semacam the Meat is Murder dan Reading, Writing and Arithmetic yang ga pernah bosan saya dengarkan sampai kapanpun.
Jadi tag-nya tentang apa tadi? Playlist!
Kebalikan dari Etsa yang ga pernah bikin playlist, saya punya banyak sekali playlist. Yang paling ngetop sih menurut saya sebagai pendengar satu-satunya adalah playlist Maps, yaitu kumpulan lagu-lagu upbeat yang menemani saya di kantor kalo lagi bikin peta. Kebanyakan lagu indie rock sih, entah kenapa menurut saya indie rock itu menstimulasi untuk berbuat kreatif, seperti punchline generasi millenia kita ini *pose ala hipster kerja di kedai kopi*. Saya juga punya playlist Rainy Days, yang isinya lagu2 mellow cocok didengarkan saat di luar hujan dan kita kemulan sambil minum teh. Ada playlist Road Trip, cocok buat duduk di tepi jendela kereta sambil berusaha ga ketiduran menunggu pemberhentian selanjutnya. Buat jogging, buat ngepel, buat HIIT juga ada. Pokoknya banyak deehh.

Hari ini saya bikin playlist buat Etsa yang berisi lagu-lagu random juga. Hihihi. Semoga dia suka ya. Kalo menilik playlistnya Etsa sendiri, anaknya Sigur Ros banget. Kalo itu mah dengerin aja noh playlist Rainy Days saya, beres. Hihi, malesan deh anaknya. Ini ga ada tema khususnya sih, selain agak-agak dipengaruhi cuaca New York yang duhai kelabu sekali hari ini, sama pingin memperkenalkan Etsa dengan khasanah musik saya alias Spotify.

Saya tadinya pingin bikin cerita masing-masing lagu, tapi itu mah buat proyek berikutnya aja ya ;) Ini baru pengantar playlist aja panjang, apalagi ngecapruk buat tiap lagu.
Nah, supaya khusyu ngedengerinnya, saya sekalian bikin kuisnya ah. Silahkan dengarkan playlist buat Etsa ini baik-baik, dan boleh banget buka textbook. Take home test ceritanya. Lalu, silahkan jawab pertanyaan berikut:

  1. Lagu ini tentang patah hati gara2 ditinggal selingkuh oleh Regina Spektor. Pertanyaannya, selingkuh dengan siapakah Regina? *dibaca dengan nada setajam silet*
  2. Artis mana yang Broken Social Scene banget? Kisi-kisi: sama-sama dari Toronto tapi tidak berbagi personil yang sama.
  3. Lagu apa yang cerita soal aborsi?
  4. Saya baru sadar playlist ini sangatlah ke-utara-utara-an, alias didominasi artis North America. Maka, sebutkan dua artis yang bukan dari North America dan negara asalnya? Kisi-kisi: Ada empat sih sebenernya.
  5. Lagu apa yang sejatinya ada di soundtrack film The Eternal Sunshine of the Spotless Mind? Kisi-kisi: Artisnya digawangi oleh ex vokalis Tripping Daisy. Ayo anak MTV 90-an masih inget ga?

Kuis ini terbuka buat siapa saja. Silakan menuliskan jawaban langsung di kolom komen. Karena pertanyaannya cukup susah (perlu analisis tajam dengan berbagai referensi), maka yang bisa jawab kelimanya dengan benar, akan saya kasih hadiah langganan Spotify premium selama empat bulan. Serius ini yaa…

Ini kenapa dari tag lalu playlist, lalu quiz, lalu promosi sih?

Iklan

16 thoughts on “Tag + kompilasi lagu + kuis + promosi tak berbayarx

  1. so excited!! tapi sayang sekali di Indon belum menerima Spotify :( drdlu pengen tau macam mana sih Spotify itu tapi Tuhan belum menghendaki. bikin curious ya clue-cluenya, jadi pengen tau. btw terima kasih untuk responnya yang sedemikian rupa :P

  2. anyway aku ngga seberapa pemalas tau mba :( hanya saja sedang sendu haha
    sebenernya aku juga suka indie rock karena emang enak buat bebersih rumah dan inspirasi jadi terus mengalir haha aku juga suka lagu-lagu ngebeat semacam https://soundcloud.com/southeastasiaindie/tongue-tied, Spazzkid yang super cute dan masih banyak lagi yang ga sengaja ter-scrobble di last.fm
    aku mau jawab nih mba
    1. Love Affair – Regina Spektor
    2. Apostle of Hustle?
    3. kalo ini banyak banget kalo dari beberapa referensi jadi belum tau jawabannya :(
    4. ini susah banget haha mungkin karena pemalas juga yang selama ini gapernah mendalami biography jadi gatau darimana asalnya, makan apa sehari-harinya haha kayanya sih dari playlist “jog” ya? kayanya sih engga haha jawab aja deh. Phoenix yang asalnya dari Versailles, France dan Gotye dari Bruges, Belgium yang merantau ke Melbourne, Australia. udah jelas ini salah haha oke gapapa at least I’ve tried.
    5. nah kalo ini, mungkin ketika MTV taun 90-an sibuk memutar lagu, aku sibuk dilahirkan ya mba hahaha Light And Day/Reach For The Sun bukan ya?

    dapet ga dapet hadiah yang penting dapet pengalamannya :P

  3. oke kalo dari playlist “tsdynt” sendiri, aing sepertinya tau..
    1. pasti Better – Regina Spektor
    2. The Most Serene Republic. yha meskipun ada beberapa literatur yang bilang kalo Grizzly Bear punya high similarity dengan Broken Social Scene tapi mereka ga ada te-Toronto-annya haha
    3. aborsi…… i guess it’s Brick – Ben Folds Five! rada susah ini haha sedih juga lagunya
    4. Bombay Bicycle Club dari Crouch End, London; Stornoway dari Cowley, Oxford, England; Summer Heart dari Sweden, dan satu lagi nggatau hahaha. ya ngga??? aduh aku nggapernah hafal tempat haha Indo & Sub aja masih ngga hafal, apalagi North America huhu
    5. okay jawabannya sama, Light And Day/Reach For The Sun oleh The Polyphonic Spree.
    yey semoga dapet :’D

  4. Ping balik: Thursday Track: Emma Morley Mixtape di Spotify | Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s