Fiksi remaja favorit

Walaupun gw hobi banget baca buku fiksi remaja, tapi kayaknya gw jarang nulis ulasannya. Jarang ngebahas dengan teman-teman dekat juga, karena siapalah tante-tante yang masih baca young adult fiction. Gw ga ngerti, ada sisi menolak beranjak dewasa yang gw pelihara. Berikut juga gandrung akan doraemon, kartun yang imut dan suka barang berwarna-warni. Resmi sindrom menolak tua ini sih :P
Saat musim chicklit dimulai, gw malah gencar koleksi Judy Blume. Ada sensasi yang susah dilukiskan saat baca fiksi remaja, terutama romansa cinta pertama dan pertama kali degdegan saat liat cowok. Di beberapa buku kebarat-baratan tentunya ada juga sensasi pertama hubungan intim. Selain tertarik akan dinamika puber, gw juga tertarik dengan konflik pertumbuhan remaja terutama masalah dengan orang tua. Mungkin karena waktu puber dulu gw tertutup dan ga banyak diajak dialog tentang hal ini, makanya gw sedikit demi sedikit mendapatkan jawabannya dari fiksi remaja ya. Kali.
Dan fiksi remaja yang gw suka sungguhlah jauh dari Eiffel I’m in Love atau Twilight. Kebanyakan fiksi remaja ini ditulis oleh orang dewasa, gw malah menebak mereka semacam psikolog karena pinter banget nerjemahin perasaan-perasaan tanpa nama yang waktu dulu bikin jerawatan. Terus jadi melodi memori gitu deh, sekaligus gw bertanya-tanya sendiri, anak-anak alay yang cenderung nyebelin ini enaknya diapain yaa…
Eniwei, karena gw jarang baca ulasan fiksi remaja, mungkin ada baiknya juga berbagi. Berikut daftarnya tanpa peringkat ya. Daftar ini juga dibatasi untuk buku yang ada romansanya, cenderung modern alias dengan latar belakang 80-an ke atas.

God, Are You There? It’s me, MargaretJudy Blume
godareyouthereitsmemargaretUdah bukan rahasia Judy Blume itu ratunya fiksi remaja. Perkenalan gw pada Judy Blume adalah lewat buku ini dan tentu saja cukup terperangah karena Judy Blume membahas mens pertama, tips-tips memperbesar payudara dan ketakutan-ketakutan gadis remaja dengan gamblang. Wow. Di baliknya juga ada konflik keluarga campuram Kristen danYahudi yang mungkin jadi isu relevan dan penting untuk remaja sekarang memahami keanekaragaman ;)

Looking for AlibrandiMelina Marchetta
alibrandiGw baca buku ini terjemahannya, tapi cukup menikmati. Konfliknya antara cewek Australia dari keluarga Italia yang merasa ga tepat berada dimana-mana. Oh, don’t we all feel that in our teenage years? Naksir bad boys, lalu marahan sama mama-nya. Oh, don’t we all do that? Kan, kan, kan? Ceritanya manis dan walopun cukup sederhana tapi ga ngebosenin. Ga banyak fiksi remaja yang berlatar-belakang Australia, dan gw rasa buku ini mewakili beragamnya warga Aussie.

Sisterhood of Traveling Pants 1-4 – Ann Brashares
travellingpantsSebenernya setiap ditanya, buku favoritmu apa? Gw pingin jawab Sisterhood of Traveling Pants, tapi malu :D Abis kayaknya dangkal banget, tapi emang pas baca gw merasa terlibat banget sama tokoh-tokohnya. Apalagi gw merasa tokoh Bee ini kok ya ngutip kisah hidup gw ya? Apa gw aja yg merasa kecakepan? Hobi flirting sama lari-nya sama loooh… Anyhoo, buku ini mengenai persahabatan empat cewek dari lahir, dan mereka layaknya Carrie Bradshaw dan kawan-kawan, bisa ngobrol sahut-sahutan tanpa basa-basi. Masing-masing tokoh punya masalah sendiri-sendiri karena karakter dan latar belakang keluarganya. Tapi pada akhirnya mereka selalu bareng-bareng, saling menguatkan. Terus terang buat gw, gimmick travelling pants jadi ga penting dibandingkan dengan pergulatan batin masing-masing tokohnya.

Someone Like YouSarah Dessen
someonelikeyouKalo ada yang bilang Judy Blume ngebosenin, coba deh baca Sarah Dessen. Lebih datar dan konfliknya biasaaaa banget. Tapi mungkin karena itu gw suka ya. Tokoh utamanya seringnyanya cewek yang sedang-sedang saja, cenderung kontemplatif dan pendiam tapi punya temen yang cerewet dan seru. Nah! *kilas balik ke Dita umur 14 taun* Tentu saja ada konflik-konflik tambahan berupa bad boyfriend, berantem sama emak dan si sahabat cewek hamil. Mungkin walaupun ceritanya cenderung datar, Sarah Dessen jagoan meramu kata-kata sehingga buat gw emosinya justru terasa banget.

LunaJulie Ann Peters
lunaGa banyak fiksi remaja yang menyinggung topik LGBT. Perkenalan gw dengan transgender adalah saat nonton Oprah dan baca Luna. Luna diceritakan dari sudut pandang Regan, saudara Liam yang ingin jadi Luna. Tentu saja konflik dengan orang tua dan teman-teman. Ringan, tapi di beberapa bagian sangat reflektif. Gw suka karena sangat jarang buku fiksi remaja tentang LGBT, dan menurut gw yang remah-remah rempeyek ini, titik ini justru sangat menentukan untuk kaum LGBT belajar tentang seksualitasnya.

Summer SistersJudy Blume
summersistersSummer Sisters mungkin lebih tepat dikategorikan adult lit, tapi buat gw justru aspek pertemanan pas remajanya yang kena banget. Yaeyalah ini Judy Blume gitu yang nulis. Summer Sisters adalah dua sahabat yang selalu liburan bareng pas musim panas. Victoria yang biasa aja dan Caitilin yang extravaganza dan dominan. Gw suka karena mungkin gw merasa seperti Vix yang liburan dengan sepupu gw yang populer, tapi gw sangat senang liburan bareng dia. Persahabatan inilah yang membentuk karakter Vix selanjutnya. Ada intrik persahabatan yang bikin penasaran dan Judy Blume pinter banget nyeritainnya, emosi jiwa banget bok pas bacanya..

Stargirl + Love, Stargirl Jerry Spinelli

stargirlBuat gw, Jerry Spinelli itu jenius, entah otaknya terbuat dari apa. Gw bengong beberapa jam setelah tamat Stargirl. Rasanya ada yang hampa dan gw bertanya-tanya, apa gw mimpi ya? Stargirl adalah kisah cewek nyentrik yang mengetuk hati Leo. Buat remaja yang butuh dukungan dari sesama, kenyentrikan ini justru membawa masalah sendiri.
lovestargirlBuku lanjutannya, Love, Stargirl dituturkan lewat kacamata Stargirl yang pindah ke tempat dingin. Buku paling lecek karena tiap baca lima halaman gw nangis. Hayah. Sialan nih, Jerry Spinelli tau aja perasaan gw di saat gw ada di salah satu titik terendah hidup gw (baca: patah hati). Gw suka banget Love, Stargirl karena endingnya manis, tanpa menyek-menyek.

Eleanor and ParkRainbow  Rowell
eleanorparkGw berenti cukup lama dari hobi membaca, dan hanya bisa menamatkan segelintir buku di tahun 2011 sampai 2013. Di awal 2014 gw kangen baca fiksi remaja dan ketika iseng baca Eleanor and Park lalu merasakan kembali kenapa gw suka fiksi remaja. Kisahnya simpel, Eleanor naksir-naksiran sama Park, teman sekolahnya. Cara mereka berinteraksi sungguhlah unyu. Buat gw pribadi, Eleanor and Park spesial karena latar belakang 80 dan 90-an awal, penuh lagu-lagu masa pertumbuhan. Buat gw si anak nongkrong MTV dan bisa berbusa ngomongin musik bak produser kacangan, gw sangat mengerti kenapa Love Will Tear Us Apart membuat gw tercengang. Dan tentu saja gw jatuh cinta sama Park, karena dia punya kaos Prefab Spout!
Banyak yang protes karena segitu dangkalnya buku ini. Tapi sebenernya ada lapisan lain di buku ini selain cinta-cintaan dan tuker-tukeran mixtape. Ada latar belakang keluarga miskin dan kekerasan rumah tangga. Ada perbandingan parenting dan tentu saja kata-kata Rainbow Lowell sangatlah syahdu hingga gw sirik sama Eleanor. Kadang giung juga sih.

Tadinya gw pingin bikin sepuluh, tapi ternyata belum sebanyak itu buku fiksi remaja yang gw suka. Ada juga sih beberapa buku tanpa romansa yang gw suka banget kayak Harriet the Spy, The Highest TideCurious Incident of a Dog in a Night Time, dll. Tapi lain kali ya dibahasnya. Ada juga seri Kobie, Dear Diary dan Baby Sitters Club yang gw baca saat abg, tapi bingung mau dikategorikan apa. Buku-buku itu dibaca karena terbatasnya buku-buku fiksi remaja pada masanya. Walaupun gw menikmati banget, tapi kurang gimanaaa gitu.

Oh iya, gw juga kesulitan mengingat buku fiksi remaja Indonesia yang jadi favorit. Apakah karena saat remaja gw kebanyakan baca novel dewasa? Mungkin ya. Tapi ini juga indikasi kurangnya buku fiksi remaja dengan setting Indonesia banget. Apakah sudah saatnya gw meluangkan waktu mengejar cita-cita terpendam ini? *terus lirik tumpukan peta yang harus dikoreksi*

Iklan

18 thoughts on “Fiksi remaja favorit

  1. Tosan dulu ah! Lebih suka fiksi remaja. Sebenernya sih klo gw buku anak2 sampe fiksi remaja. Gw merasa fiksi remaja lebih banyak dinamikanya, sedangkan genre yg sama untuk Chicklit dewasa tuh membosankan. I LOOVE Stargirl, my favourite. Sarah Dessen tuh paling mantep untuk summer reading, kayaknya gw dah baca semuanya deh. Sebenernya lebih dari fiksi romans, gw suka Dystopian YA. Uglies, dan lain sebagainya. Ps. Kayaknya gw lwbih tante2 lagi deh… hahahaha.

    • Huwaa… Senangnya ada yang satu selera! Iya gw juga suka banget buku anak-anak, tapi belakangan jarang baca karena malu sama umur! Haha. Menurut gw chicklit cara bertuturnya ngebosenin, trus konfliknya lebay.
      Iya, Sarah Dessen cepet banget ya tamatnya, ga pake mikir. Tapi kadang gw kebosenan :P
      Gw belum pernah baca Dystopian YA, udah kepikiran sih tapi belum sempet. Cobain ah… Makasih buat idenya ya :)

  2. Dari sekian buku yg disebutkan, aku cuman pernah baca curious insident of a dog.. Dan sisterhood of traveling pants. Selebihnya palingan chicklit Indonesia, emang beda banget konflik2nya. Inget banget baca chiclit pas kena tipes krn temen jenguk trus bawain buku sekresek yg katanya ngga usah mikir, yg dibaca bukunya ninit yunita . Trus bete sendiri, hahaha

    • Itulah Wi, genre ini seperti terlupakan di belantika literatur Indonesia. Menurutku young adult fiction yang bagus ya beneran bagus, klasik dan sampai kapapun dibaca akan selalu terasa emosinya *tsaaaahhh* Aku pun dulu berburu sedikit demi sedikit kalo ke Singapore atau nitip teman. Sekarang sih udah bertebaran dimana-mana ya.
      Aku waktu tipes malah keranjingan baca Sidney Sheldon trus dimarahin dokter karena ga tidur-tidur, penasaran baca buku :P
      Btw, aku jadi kepikiran bikin list fiksi remaja buat si bocah lanang, tapi masih lama ya?

  3. Ditaaa, gw pikir gw aneh mbaca The Highest Tide, habisnya gw sukaaaaaaaa banget dan g ada yg pengen mbaca buku ini saat gw tawarkan. Entah karena latarnya laut banget atau kisah remaja yang aneh yg jadi tenar mendadak selalu bikin gw jatuh hati….

    • Ih, iya cuman gw doang yang baca The Highest Tide, waktu itu random beli di airport. Mungkin karena latar belakang laut yaaa… Seru banget itu berpetualang malem-malem liat binatang laut :) Bukunya juga cukup lambat sih, konfliknya timbul tenggelam, tapi gw sukaaa…

      • Habis buku ini gw baca The Oldman and the Sea nya Ernest Hemingway, efek tesis kayaknya. Skrg gw distopiaan banget dan spy. Kelam kayaknya hidup gw 😆😆….

      • Nah itu juga ada di daftar bacaan. Tapi suka keder duluan uy baca klasik literatur. Bacaan juga ada masanya ya. Bulan lalu gw suka misteri pembunuhan, sekarang balik lagi ke YA sama memoir.

  4. Ping balik: Selamat ulang tahun, Judy Blume. | Langit, laut dan Doraemon

  5. Ikut ngacung aku baca the highest tide, kalo ngga salah dulu rekomendasi-nya dita deh :) suka banget laut2 … dulu pas smp juga sering baca kobe (kirain cuma aku seorang di seluruh dunia ini yg baca kobe haha) itupun karena ada di koleksi perpus smp, berkesan banget soalnya waktu umur (berapa ya) 13 (mungkin) kobe mau bunuh diri. babysitters club juga sering baca, stargirls dua2nya juga, sisterhood of the travelling pants juga, malah di dunia nyata punya semacam sisterhood juga sahabat2 dari sma (haha). aku pasti dikasih tokoh yang terakhir dipilih (setelah masing2 dari mereka dapet tokoh yg dirasa cocok) konon aku tuh tibby yang aneh itu haha. tahun lalu seneeeeng banget nemu fiksi dengan tema persahabatan tapi tokoh2nya ngga remaja lagi, “friendship” dari emily gould. aku suka cuma karena di situ akhirnya ketemu tokoh2 fiksi yang ngomongin “ini loh cari duit tuh ngga gampang harus nge-‘temp’ alias kerja2 temporer sementara, ini loh aku diusir dari apartemen di new york gara2 gengsiku bikin aku kehilangan pekerjaan” dll yang bagi aku riil haha. trus keinget dita soalnya setting di new york :D

    • Eh ya ampun, aku kelupaan bales komennya Nad. Maaf yah.
      Eh Nad, di Belanda kok susah ya nemu toko buku bahasa Inggris? Apa karena dulu kotaku kecil dan terpencil ya, dan belum musim amazon.com.
      Mau coba baca Emily Gould ah.

  6. Haloooo! Sala kenal ya. Baru aja nyasar ke blog ini dan gak tahan mau komen waktu baca post tentang Judy Blume dan post ini. Gue juga penggemar berat fiksi remaja dan penggemar berat Judy Blume apalagi Dear God, It’s Me Margaret. Sukaaaaa banget. Dan terkaget-kaget juga pas baca Wifey :D

    Baca2 fiksi remaja ini sih seringnya justru pas masa kuliah dan masa2 kerja, udah gak remaja lagi. Entah kenapa kok problem2 yang diangkat nyangkut banget di hati. Berasanya gue ngerti banget gitu. Sampe sekarang!

    Sekarang sih udah punya buntut gue udah gak sering lagi baca buku jadi buku2 di atas ga semuanya gue kenal. Tapi gue suka Stargirl dan Eleanor & Park. Selain itu gue masih sayang banget sama buku2 yang gue baca dulu. Serial Kobie (Kobie 9 tahun, 10 tahun, 13 tahun, 15 tahun) yang mengangkat konflik anak dengan ibunya (gue amat ini lah), serial My Sister The Meanie dari penulis yang sama tentang anak perempuan biasa aja yang punya kakak super cakep dan super ngetop di sekolah, Suami untuk Mama (Christine Nöstlinger) tentang anak yang menghadapi perceraian ortunya. Masih banyak lagi tapi sekarang lagi gak inget. Duh, jadi kangeeen sama buku-buku itu.

    Sekarang gue mau cari buku2 yang lo review di sini. Makasih banget loh buat referensinya.

    • Hi Rika! Huaaa seneng bgt lo mampir disini. Gw silent reader blog lo, sering ditampilkan di mamarantau kaaann #selebblog #ahzeeeg :P
      Dan lebih seneng lagi karena kita suka bacaan yang sama. Gw baca semua Kobie dan serial Kakakku si Pengkhianat, dsb. Sampe sekarang kalo liburan ke pantai di kota kecil di East Coast US, gw selalu ngebayangin Kobie dan lagu Mr. Tamborine Man ;)
      Dan Suami Untuk Mama, ya amppuuun.. buku favorit gw saking koplak dan chaos-nya kelakuan keluarga itu. Gw nyari buku Christine Nostlinger lainnya tapi ga nemu yang diterjemahin. Nanti cari lagi ah. Mayan buat selingan pas baca di kereta :)
      Salam buat Mikko, Sami dan Kai ya. Semoga Sami dan Kai juga suka baca kayak mamanya.

  7. Ping balik: Day 7: A book to read – 300 Things I Hope | Langit, laut dan Doraemon

  8. Ping balik: Buku-buk kwartal pertama 2017 | Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s