Selamat ulang tahun, Judy Blume.

hbdjudyblumeTulisan ini udah agak lama dioret-oret dan pas selesai kok bisa pas sama hari ulang tahunnya Judy Blume ya. Pasti ini konspirasi :)


Setelah lima tahun vakum, Judy akhirnya menelurkan buku baru dan kali ini buat pembaca dewasa. Hore! Buat gw sih mau dewasa ataupun remaja, sama aja antusiasnya #fansgariskeras!!
Nama Judy Blume kurang terkenal di Indonesia, entahlah kenapa. Mungkin tema yang diangkatnya terlalu kebarat-baratan dan ga pernah best-seller besar-besaran.

tuhaniniakumargaret_8194Gw pertama baca ya buku Tuhan, Ini Aku Margaret, terus abis itu baca Superfudge, Tales of Fourth Grade Nothing dan Blubber, semuanya terjemahan. Tapi kayaknya cuman keempat itu aja yg diterjemahin ke bahasa Indonesia. Btw, untuk para mommies: Superfudge buku yang bagus sekali, tentang Peter yang sebel sama adiknya, gw rasa bagus untuk menyiapkan si kakak yang punya adik. Blubber pun bagus sekali, tentang bullying.
Oh iya ada juga buku Deenie yang sampulnya ga banget itu. Yes I do judge a book by its cover.
Selain itu, ga ada.

10 tahun kemudian, ketika sudah yakin bisa baca buku bahasa Inggris dan mulai cari-cari buku impor, gw nemu surga di Singapore berupa Borders dan Kinokuniya. Karena uang terbatas dan referensi buku terbatas, akhirnya gw iseng beli buku-buku Judy Blume lainnya, dan… BOOM!
Gw langsung jadi fans garis keras.
Buku Judy Blume terasa membosankan karena topik yang diangkatnya seputar pubertas, naksir-naksiran, berantem sama ortu, temenan sesama cewek, dll. Ga ada sekolah sihir, celana jeans ajaib, naga atau jatuh cinta mendayu-dayu. Tapi karena inilah gw merasa nyambung banget sama cerita-cerita Judy Blume. Judy Blume bertutur dengan kalimat-kalimat pendek dan deskripsi yang pas, sehingga gw yang masih tergagap namatin buku bahasa Inggris bisa mengerti. Dan yang paling penting, merasakan emosi dan perasaan-perasaan di setiap ceritanya.

RachelRobinsonEmang sih, gw bisa dibilang di usia-usia terakhir remaja dan bisa dikategorikan dewasa saat baca Forever, Here’s to You Rachel Robinson, Tiger Eyes, dll. Tapi gw masih ngerti banget konflik-konflik yang terjadi dan karakter-karakternya sangat mungkin gw kenal di kehidupan nyata. Gw malah sedikit menyesal ga baca Judy Blume waktu SMP, mungkin gw lebih paham akan dinamika abg dan ga menutup diri dari orang tua. Waktu SMP, bacaan dengan tema seusia gw hanya segelintir, Girl Talk, Dear Diary, seri Kobie dan Baby Sitters Club. Dear Diary cukup bagus sih, kalo dipikir-pikir konfliknya mayan nyata. Sementara Girl Talk lebih stereotipe cewek-cewek tanpa eksplorasi dalam karakter, konflik dan latar belakang keluarga. Lama-lama gw bosen karena ceritanya gitu-gitu aja, trus gw stres karena pingin jadi Randy tapi cuman nyaris setahap Allison :P
Eniwei, kembali lagi ke Judy Blume. Ga lama kemudian gw mulai baca Blume untuk dewasa karena nemu Wifey di Omu. Terkaget-kagetlah gw, ini buku tentang seorang istri yang berpetualang dengan, well, intim. Emang kehidupan berumah-tangga semembosankan itu ya? *pake helm sebelum ditimpuk* Tentu saja buku ini menuai kritik pro dan kontra. Bahkan setelah baca dua bab gw cek ke internet, ini beneran kan Judy Blume yang ngarang Margaret?
Selanjutnya, gw baca Summer Sisters, buku Judy Blume favorit gw. Gw udah baca tiga kali saking sukanya. Gw suka sekali tokoh Victoria, sampe-sampe pas punya temen namanya Vicky gw panggil dia Vix. Sebagai cewek yang terobsesi sama musim panas dan sendal jepit, gw beneran dimanjakan oleh Summer Sisters. Setiap kali membacanya, gw merasakan emosi meluap-luap, kadang gw sampe tutup bukunya karena emang sampe segitunya.

Lalu bagaimana the Unlikely Event? Hmm.. Gw menikmati karena buku ini bercerita tentang mengatasi kehilangan dan kesedihan. Buat gw Summer Sisters udah paling juara. Tapi gw bersyukur sekali Judy Blume masih produktif dan berkarya. Bagi gw Judy Blume menuliskan isu yang kurang seksi, tapi mengeksplorasinya dengan sangat manis. Mungkin memang gw suka genre seperti ini, drama tapi ga lebay, dengan karakter yang berkembang sempurna. Ga melulu tentang romansa, ada hubungan keluarga, pertemanan dan petualangan di lingkaran kecil. Satu yang gw rasa kena banget dari Blume, gw kutip langsung dari The Unlikely Event: “This is how it feels to be fifteen and falling in love for the first time.”

Happy Birthday, Judy Blume! I might be over 30ies but I will never forget how it feels to be fifteen because of you :*

Gambar diambil dari facebook Judy Blume dan Amartapura online shop.

Iklan

6 thoughts on “Selamat ulang tahun, Judy Blume.

  1. Ping balik: Kangen tempat ini | Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s