Thursday Track: Smells Like Content – The Books #TT

Hmmff
*tarik napas sejenak*

Minggu yang berat karena gw terlampau baper menanggapi debat kusyir yang bikin elus-elus bulu dada melihat buruknya kebiasaan berdiskusi yang tanpa logika, latar belakang yang diada-ada dan penuh sentimen walaupun di dalamnya terselip doa-doa. Kalau merangkai kalimat aja masih terbata-bata, ga usah ngotot, mas. Ya bukannya gw juga udah jagoan sih, justru ini ngeblog buat latihan menyampaikan pikiran. Tapi penting loh mengartikulasikan isi kepala. Kalo cuman copy paste dari kompasiana mah kucing gw juga bisa.

Eniwei, ngomongin musik aja yuk. Buat gw musik selalu menjadi dialog paling pas karena preferensi masing-masing orang akan seni ga bisa didebat. Ya kenapa kalo gw sukanya Kendrick Lamar walaupun Grammy memilih Taylor Swift? Ya kenapa kalo gw bangga sama Joey Alexander walo sehari-hari ga pernah dengerin musiknya? Apakah ini akan menularkan cita rasa kurang elegan pada anak-anak anda? Kalo iya, terus kenapa, apakah mengurangi eksitensinya sebagai manusia? Kalo mau denger musik sesuai kitab suci noh The Books ada adzannya!
Ini keliatan banget masih emosi ya :D

Sudahlah, mari kita dengerin yang asik-asik aja. Lu masuk surga neraka bukan urusan gw. Thursday Track hari ini Smells Like Content dari The Books. Oh yeah. I know someone who will like this kind of music. Jatuh cinta sama lagu ini, nuansanya, cara Zammuto dan de Jong bernyanyi dan halusnya musik akustik. Lagu ini ala ala Kings of Convenience, tolong jangan kasih tau para hipster. ya Liriknya juga, dalem. Kayaknya. Yeeey, baca dulu dong sebelum share :D
Bagian ini berasa lagi baca essay tentang manusia dan masyarakat:

But then again, the world without end is a place where souls are combined,
but with an overbearing feeling of disparity and disorderliness.
To ignore it is impossible without getting oneself into all of kinds of trouble,
despite one’s best intentions to not get entangled with it so much.

Udah ya gw ga ikut opini sana-sini. Cih.

 

Mendadak hepi setelah nemu The Books. Selain lagu di atas yang manis dan kontemplatis, sisa lagu The Books adalah eksperimental akustik, penuh dengan puisi, repetisi, sampling dan bebunyian yang ga pernah terpikirkan bakal enak diramu dalam lagu. Embel-embel akustiknya bikin lagu The Books lirih dari ujung ke ujung, ga sepusing sampling elektronik. Selama ini musik sampling kebanyakan repetitif, cenderung nyeleneh dan progresif *nawooon deui*. The Books 100% menggunakan sampling musik analog. Duo ini rajin merekam suara apa saja, mendata, memilah untuk kemudian memadukannya dengan teori musik klasik. Ga heran hasilnya cantik.
Lagu mereka punya nuansa yang sama, yaitu ruang kosong dan udara mengambang di antara suara-suara. Meskipun begitu, jangan harap ada pola itu-itu lagi dari satu lagu ke lagu lain. Kadang ada nyanyian, puisi, suara mesin penjawab, film kartun Jepang, ejaan kata yang diulang sepanjang lagu, hingga latar adzan seperti di lagu Lemon of Pink. Inilah kenapa gw ga bosen dengerin The Books, telinga seperti dikejutkan tapi sekaligus dimanjakan.
trr180.jpegGa salah namanya The Books. Mendengarkan album Thought for Food seperti mengajak telinga membaca diksi-diksi yang menimbulkan perasaan-perasaan, bercengkerama dengan cerita lewat indera pendengar. Dan oh, liriknya saudara saudara.. Judul Thought for Food buat gw adalah copy yang genius! The Animated Description of Mr. Maps lebih mirip cerpen daripada lirik lagu. Gw juga suka banget sama judul album terakhir mereka: Music for a French Elevator and Another Oddities.
Hhh…
*brb ngelamun dulu*

Gw bisa membayangkan film indie dengan banyak adegan pelan dan sinematografi minimalis dengan lagu The Books untuk seluruh scene. Film yang akan ditampilkan di Cannes dan lalu diburu hipster :P Beberapa lagu The Books juga bisa diterjemahkan menjadi instalasi seni di MoMA. Penonton akan berdecak kagum antara terperangah dan ga ngerti :D

Sayang sekali The Books berhenti bermusik di tahun 2011. Argh. Walopun Nick Zammuto masih produktif dengan full band dan sampling elektronik, tapi rasanya cuman ada satu The Books. Dan gw sangat bersyukur mereka sudah hadir di minggu gw yang hingar bingar pepesan kosong dan suara keras bersahut-sahutan. Orang-orang di lagu The Books bicara pelan-pelan supaya kita mau mendengar.

Iklan

14 thoughts on “Thursday Track: Smells Like Content – The Books #TT

  1. Dita, gwe jadi ndengerin rekomendasi musik2 lo. Thank youuu.
    Gwe sangat terpengaruh apa yang ada di radio lah sekarang ini, ga punya referensi musik baru. Sedangkan di playlist gw cuma ada coldplay dan koc dan dua band korea, yang setelah gwe sadar, keempatnya, selalu membawa gwe ke kenangan masa lalu. cih, baper gwe ya.

    • Gw juga kalo ga ada Spotify pasti bolak-balik KoC sama Cardigans. Radio sekarang menurutku aneh deh, kombinasi lagu2 masa pertumbuhan (80ies dan 90ies) dan lagu2 sampah industri musik. Kayaknya harus ada gerakan pembaruan untuk mengembalikan fungsi radio ke hakikat musik.

      Ini gw ngemeng apaan sih… :|

      • Tadinya gw juga nulis, betapa gw terganggu sama musik2 sekarang yg liriknya sampah, musiknya repetitif begitu aja, trus gw hapus sambil bergumam…ini gw ngomongin apa yak. Tapi 80-90 ies ada Nirvana, Oasis dan sisa-sisa MJ…paling ga, kurasi MTV masih kurasi berdasar musik bukan reality show…*ceile (((KURASI))))*

      • Itulaaah… Mau ga mau kita jadi dengerinnya lagu yang itu-itu aja, karena emang keren ya Oasis dan Nirvana (Kurt Cobain laaffff). Tapi ini ga bagus buat perkembangan musik, kesian musisi jaman sekarang yang beneran berusaha bikin musik bagus tapi ga banyak peluang.

        Gw udah kayak pembicara di seminar-seminar belum ya? *disambit penonton*

  2. Ping balik: Thursday Track: Oh What a World – Rufus Wrainwright | Langit, laut dan Doraemon

  3. Ping balik: Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s