Aziz Ansary, Valentine dan suasana politik akhir-akhir ini

Nama ini terdengar sangat teroris di telinga gw. *siap dihujat pemirsa dan dituduh rasis*
Waktu Jesse sering menyebut tokoh ini sebagai bagian dari sitkom Parks and Rec, gw cuma mengernyitkan kening dan lebih banyak ga peduli. Di beberapa adegan Aziz memang mencuri perhatian sih. Dia punya tampang dan gesture yang koplak, kombinasi yang tepat untuk seorang komik. Jesse bilang Aziz Ansary sering nongkrong di Brooklyn Inn yang cuman satu blok dari apartemen gw, tapi gw cuman nanggepin “Oh.”
Man, I don’t really watch comedy. I like drama and other dark TV series. Tapi kalo mau ke Brooklyn Inn ayok, ga usah pake alasan pingin ketemu Aziz Ansary.

Tahun 2016, Aziz meluncurkan sitkom pribadinya, Master of None. Beberapa episode yang kental dengan isu-isu imigran cukup bikin gw ketawa-ketawa. Episode lainnya yang tentang perkencanan, biasa aja. Masih belum ngefans.
Sampai akhirnya gw iseng dengerin audiobook buku Aziz Ansary yaitu Modern Romance. Gw lagi bosen dengerin musik, dan pingin baca buku sambil ngerjain infografik. Buku ini ditulis tahun 2015 sih, dan gw sebenernya udah tertarik baca karena di subway kadang liat orang baca buku ini lalu ngakak tiba-tiba.
Gw kira buku ini semacam memoir-nya Aziz tentang kehidupan perkencanan dia. Tetot. Salah besar. Buku ini lebih ilmiah, Aziz bekerja sama dengan peneliti NYU dan dengan serius membuat analisis mendalam tentang percintaan jaman sekarang. Udah bukan rahasia lagi, teknologi dijital berakulturasi dengan kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam petualangan kita mencari cinta. Yup, dibahas semua disini, dari mulai sms-an, nyari teman kencan di bar, online dating, sexting, sampai institusi yang lebih tua umurnya seperti pernikahan, pacaran, selingkuh, dan lain-lain. Walau basisnya ala-ala amriki masa kini, tapi Aziz juga survey di Tokyo, Qatar, Paris dan Buenos Aires. Walaupun ga sedalam penelitiannya di Amrik, tapi cukuplah buat gambaran berbagai masalah percintaan di dunia.
Gw suka sekali buku ini karena udah tau sendirilah gw ini hopeless romantic parah yang suka berbagai analisis. Semacam baca jurnal ilmiah bareng temen yang kocak. Gw denger audiobook-nya sih, yang mana dinarasikan oleh Aziz sendiri. Lucu banget walaupun berkali-kali Aziz nyindir “You lazy ass! I read a book and now you want me to read it for you?” Sekarang jadi pingin baca bukunya karena banyak tabel dan grafik yang tentu saja susah dilukiskan dengan kata-kata.
Mungkin buku ini bisa jadi bacaan yang pas menjelang Valentine? Gw jadi penasaran pingin Aziz nulis tentang topik ini, apakah mawar, coklat dan makan malam romantis masih menjadi hadiah Valentine yang relevan di jaman sekarang ini? Bagaimana kalau digantikan dengan emoji? Seberapa banyak pasangan modern yang merayakan Valentine? Hmm, belum waktunya untuk debat Valentine halal atau haram ya?

Valentine sudah dekat, tapi ini linimasa gw masih panas sama perpolitikan. Mau berbagi romansa jadi ga enak. Padahal ya, apa-apa kan dimulai dari unit yang lebih kecil. Gimana mau beresin negara yang berantakan kalo hati sendiri masih acak-acakan? :P
Aziz juga belakangan ga jualan romansa lagi. Penampilan dia sebagai host Saturday Night Live beberapa minggu yang lalu brilyan banget deh. Tepat sehari setelah inagurasi presiden baru. Oh hari Jumat itu ya, rasanya sendu dan muram sekali. Dengerin slogan America first diulang-ulang gw bertanya-tanya, seperti inikah wajah US saat ini? SNL dengan cermat menampilkan Aziz yang jelas-jelas pendatang dengan kulitnya yang legam dan tumbuh dengan latar belakang campur-campur antara India dan Amerika. Tapi juga Aziz sebagai salah satu stand-up comedian sukses, pintar dan warga negara Amerika.

Iklan

12 thoughts on “Aziz Ansary, Valentine dan suasana politik akhir-akhir ini

  1. Bijak banget quote yang ini : “Gimana mau beresin negara yang berantakan kalo hati sendiri masih acak-acakan?” :P

    Beberapa masih suka ga nangkep ‘jokes’-nya dia, yaah tapi mungkin karena gue nya aja kli ya dongdong :P Tapi, penasaran jadinya sama buku nya.

    • Stand-up comedy emang biasanya sarat muatan lokal. Aku aja butuh setahun dua tahun untuk ngerti materi jokes-nya Aziz. Maklum, biasanya keketawaan nonton Padhyangan Project :D

  2. Gw sering banget deh denger dan liat muka Mas Azis ini, tp belum pernah nonton sekalipun standupnya.. entah kenapa selalu keingetan betapa garingnya Raditya Dika dan Panji.. maybe im stereotyping

    • Hahaha, gw juga ga suka Raditya Dika dan Panji. Entahlah, selera lokal yang cocok itu Padhyangan project :D
      Tapi setelah dua tahun di NY, baru ngerti seninya menikmati comedy. Memang sarat dengan muatan lokal sih :)

      • Gak nonton Pandji “world tour” dong di US 😂😂😂😂😂.. iya euy gw masihnya selera jokes Sule yg bisa bikin ketawa. Kalo di luar tipikal SNL masih masuk sih, tp yg pas angkatan kristen wigg ya

      • Serius Pandji world tour di US? Bukannya doi lagi sibuk kampanye ;)
        Kristen Wigg itu angkatan berapa di SNL ya? Bareng Will Forte bukan sih?

      • mm, pokoknya dia angkatan tahun 2013 an gitu deh di SNL nya.. i think she’s the funniest…

  3. “Gimana mau beresin negara yang berantakan kalo hati sendiri masih acak-acakan? 😛” hahahaha.. iya juga yaaa, kalau hatinya acak-acakan liyat apa aja juga jadi salah, mikir apa juga jadi konslet ya neeeng.. aaah sungguh jadi teringat masa hati kita acak-acakan hahaha eaaaaa
    btw, jadi tertarik gw ama comedian ini, seru amat ada audiobooknya

    • Sekarang hatinya udah sedikit rapih ya neng :) *toel pak uban tim bersih-bersih hati*
      Iya neng, Aziz Ansary ini lucu, walopun bukunya lebih cocok buat yang masih kencan sana-sini sih.

  4. Ping balik: Day 13: These are a few of my favorite things | Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s