Day 7: A book to read – 300 Things I Hope

Ct1s95sWYAA-rlt

Recommend a book for us to read. Why do you think it is important?

Sebagai penggiat baca buku, gw punya lusinan rekomendasi bacaan, dari mulai panduan spiritual jaman sekarang ala OSHO sampai panduan hidup sinis karya Augusten Burrough. Bacaan gw didominasi fiksi remaja dan novel kontemporer. Belakangan karena stamina membaca mulai membaik, gw mulai baca fiksi klasik dan non-fiksi. Dari gado-gado itu, sebenernya gw jarang banget baca buku puisi. Hanya ada beberapa yang gw suka banget kayak Pablo Neruda dan Sapardi Joko Darmono, dan yang kontemporer adalah Iain S. Thomas. Dan dari semua kumpulan puisinya, bukunya yang terbaru yang paling gw suka: 300 Things I Hope.

iainsthomasBuku ini terbit tahun lalu, tapi ga masuk radar. Di sela-sela berapi-apinya gw melahap berita politik (oh yes, gw sempet rajin banget baca koran), gw kangen baca buku yang membuat gw merasa selayaknya manusia dengan jutaan perasaan. Organik dan positif. Apaseh. Pas Valentine gw bantuin nyari puisi buat temen gw perform, dan kembalilah lirik-lirik puisi Iain. Lalu kepentok beberapa quote dari buku ini.

Lalu gw meleleh. Puisi-puisinya, seperti ciri khas puisinya yang lain, pendek-pendek. Kebanyakan hanya satu baris. Tapi membuat gw senyum-senyum dan meringis dan terdiam dan melamun dan berbagai kegiatan ga jelas lain. Tapi gw bahagia sama hal-hal kecil yang disebut Iain di buku ini. Dan gw berharap orang-orang yang gw sayang juga merasakan hal yang sama.
Sambil baca gw membuat catatan, semoga apapun yang terjadi di hidup gw, betapapun kerasnya cobaan dan gw jatuh bangun bagaikan lagu dangdut, gw ingin punya hati lembut yang selalu tebar-tebar kebaikan.

Sedikit latar belakang, Iain S. Thomas memulai debut puisinya dari blog (seperti kita-kita looohh…) iwrotethisforyou. Awalnya anonimous, tapi lama-lama ya udahlaya, semua udah tau ini. Gw suka blog itu karena perpaduan puisi pendek, gambar-gambar minimalis samar-samar dan aura misterius. Bagaikan gunung merapi :P Sama tentunya menyek-menyek pol.
Puisi favorit gw sampai hari ini adalah karya Iain berjudul The Day You Read This. Sukses membuat gw menangis di saat gw berada di satu titik terendah hidup gw yaitu pas balik lagi ke Bandung dan ga punya kerja. Setahun kemudian puisi ini membuat gw senyum penuh syukur, yaitu saat awal gw pindah ke New York, working my dream job dan nonton Iain bacain puisi ini di depan gw di Piano’s Bar.

Iklan

5 thoughts on “Day 7: A book to read – 300 Things I Hope

  1. iseng buka blog yang dah berdebu hari ini terus liat tulisan mu nonggol….hahahaha kangen banget bacain blog orang terus baca tulisan mu terus….apa kabar neng new yorker?? keep writing yess….*jadi pingin ikutan nulis lagi

    • Hey dheola! Aku sih keep on writing dooongg… Udah bosen sama sosmed (gw udah ga install facebook, instagram, path lagi di hp). Menurut gw, blog lebih banyak faedahnya, belajar menulis dan cerita. Apadeh gw kok malah ceramah disini :D Bloggers are still the best people in the internet! Ayo nulis lagi yoookk…

  2. Ping balik: Buku-buk kwartal pertama 2017 | Langit, laut dan Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s