Buku-buku kwartal pertama 2017

booksQ12017Sudah tamat 12 buku, yay! Walopun tipu-tipu dikit dengan dua buku puisi dan buku essay yang tipisnya mak. Tapi gapapalah, yang penting baca buku. Keep on reading, keep on literacing. Apa sih.

Seperti biasa buku yang membekas di hati adalah buku-buku klasik. Akhirnya gw baca juga Brave New World. Udah lama niat baca, tapi karena menurut sejarah gw susah banget namatin buku klasik, jadi maju mundur. Begitu niatin baca, dalam seminggu tamat aja gitu. I love this book, I love how it twisted what we think about normalcy. Membuat gw bertanya-tanya, apa sih kebahagiaan itu? Apakah ada di kehidupan yang stabil, selalu tertawa, Tuhan atau petualangan? Apakah masa depan kita mengacu pada hal-hal futuristik seperti Brave New World dan episode Black Mirror? Atau sebagai manusia, kita akan berpegang selalu pada prinsip-prinsip kemanusiaan? Lalu apakah prinsip kemanusiaan itu? Ditambah Aldous Huxley bercerita dengan renyah dan kadang-kadang lucu. Ga bosen bacanya.

Gw juga sangat menikmati buku The Warden’s Daughter dari Jerry Spinelli, waloun ujung-ujungnya kok Hollywood ending banget. Mungkin Om Jerry ga tega kali ya bikin open ending kayak Stargirl. Tapi tokoh Cammy-nya bikin jatuh sayang deh. Semacam gw jatuh sayang pada keponakan tomboy tapi punya emosional baggage yang pedih.

Bulan Maret gw tiba-tiba males baca buku. Ngokkk. Kok bisa begitu neng? Ga tau, tiba-tiba pingin goler-goler aja main game dan ga baca buku. Mungkin karena gw baca buku yang cukup berat, walopun tipis. Brave New World, Interpreter of Maladies, belum lagi buku fiksi Atheist Muslim dan Number and Nerves yang akhirnya gw drop karena butuh jiwa dan raga segar untuk mencerna. Karyawati kantoran ini tak mampu, lelah. Terus gw baca Stargirl lagi. Laaaf banget sama Stargirl.

Buku yang paling nyebelin adalah All the Bright Places. Blaaahhh, saat baca nyaris halaman 300 gw pingin banting buku itu dan memutuskan buang waktu baca buku ini. Biasanya gw suka YA walopun cemen dan cinta-cintaan. Tapi All the Bright Places ini menurut gw terlalu memaksakan diri untuk memasukkan unsur agak berat seperti depresi dan kesehatan mental. Tokoh cowoknya bikin gw muak, karena gw rasa dia me me me banget. Violet juga, I don’t see her as a broken girl, I see her as a regular stereotype pretty high-school chick. All in all, buku ini ga ada sepeteknya Eleanor and Park.

What about you? How’s your 2017 reading so far?

Iklan

12 thoughts on “Buku-buku kwartal pertama 2017

  1. Wah TOP Dita! Duh, postingannya mengintimidasi nih haha. Barusan aku ngintip di goodreads, baru 3 buku yang benar2 selesai kubaca dalam 3 bulan ini. 7 buku lainnya masih dalam tahap baca soalnya tebel2 halamannya, jadi agak bosen kalau musti ngabisin satu buku. Akhirnya selang seling dengan buku lainnya, yg akhirnya ya belum selesai2. Apa kabar target 50 buku setahun haha. Tapi postinganmu ini juga memotivasiku untuk lebih rajin baca. Kamu yg mbak2 kantoran aja bisa, masak aku yg parttime ga bisa *huahaha menyemangati diri sendiri 😅 mau bikin postingan semacam ini aahh tapi per semester, biar agak banyakan dikit penampakan bukunya haha.

    • Waaa 7 buku banyak amat… Aku biasanya simultan baca beberapa buku tapi sekitar 3-5. Kalo menjelang tamat jadi lebih bersemangat. Trik aku, kalo baca satu buku dan ritme baca mulai melambat, berarti bukunya kurang menarik. Biasanya aku seling buku ringan semacam fiksi YA :) Ayo semangat membaca, ditunggu ya postingan tentang bukunya :)

    • The Universe of Us yang Nicola Yoon ya? Itu juga ada di daftar bacaanku, nanti deh kalo butuh penyegaran :)
      Baca All the Bright Places juga Gy? Gw kok kesel ya buku itu dibandingin sama Eleanor and Park :(

      • The Universe of Us bukannya Lang Leav yah? The Sun is Also a Star yg Nicola Yoon hihihi. Bagus itu yang Yoon punya. Iya gw baca All the Bright Places taun kemarin, beda sih menurut gw dr E&P, banyak yg bilang kayak TFIOS juga padahal menurut gw beda.

      • Ealah, ketuker-tuker ini universe sama sun :D Dua-duanya aku mau baca deh.
        Lama-lama aku kok bosen ya sama topik remaja yang sekarat. Yang agak ringan dan lucu itu Me, Earl and the Dying Girl.

    • Nice! Pingin banget baca bukunya Tanto. Waktu itu dia nulis cerita buat aku di blog-nya, tapi lalu dihapus karena katanya mau dijadiin buku :) Penasaran apakah cerita itu naik cetak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s