Bacaan Saat Wabah Corona

Di minggu-minggu awal work from home, gw tadinya hepi banget, wah banyak waktu buat baca buku nih! Kenyatannya, di minggu-minggu itu jari terlalu aktif scrolling berita dari portal berita dan sosmed. Pikiran juga aktif berlari-lari ke masa-masa ga jelas yang belum kejadian, membuat cemas dan susah sekali konsen baca buku.

Padahal bulan Maret itu menu klab baca adalah Factfulness karya Hans Rosling. Almarhum adalah salah satu ahli kesehatan masyarakat yang berusaha menyajikan data-data dengan lebih bermakna. Namanya juga ahli kesmas ya, contoh kasusnya banyak tentang wabah penyakit, yang paling banyak sih ebola, ada juga MERS, dan kasus-kasus lainnya. Di satu sisi, pas banget ini untuk situasi saat ini. Di sisi lain, pikiran belom bisa netral. Baca buku yang dikira akan jadi hiburan dan aktivitas buat melupakan sejenak urusan wabah, malah jadi pemicu kecemasan dan ga asik lagi.

Akhirnya cari buku yang ga pake mikir dan jatuhlah pilihan kepada The Convenience Store Woman. Buku super ringan tentang cewek yang kerja di convenience store. Semacam alfamart atau 7-11 gitu kali ya. Narasinya sih sumpah terlalu datar dan seperti membaca buku cerita keluaran depdikbud yang banyak di perpus SD gw dulu. Mungkin karena ini buku terjemahan kali ya. Tapi idenya sungguh cemerlang, bagaimana si Konbini girl ini sangat nyaman sebagai cewek lajang dengan perannya sebagai pegawai toko, tapi masyarakat tak henti-henti kepo dan menyuruh dia cari pacarlah, menikahlah, cari kerjaan yang lebih baguslah. Yekaannn… Ada adegan dia pesta dengan teman sekolahnya dan segala peer pressure ini tumpahlah disini. Kayak yang pernah :D

Mungkin kalau gw bacanya di saat-saat biasa (yang sekarang terasa masa lampau banget) dan bukan saat wabah, gw akan menamatkan buku ini dengan pesan di atas. Tapi di saat pandemic begini, konbini girl adalah salah satu profesi yang esensial untuk menopang hidup kita sehari-hari. Supermarket, minimarket dan bodega adalah salah satu bisnis yang tetap beroperasi saat bisnis lainnya diwajibkan tutup. Pegawai toko ga mungkin work from home – ya walopun banyak yang belanja online juga sih – jadi ga bisa absen dan pastinya pegawai toko harus menempuh perjalanan dari rumah ke kantor demi kita tetap bisa belanja bahan makanan sehari-hari. Begitu juga tim pembersih jalan, pengantar makanan dan tukang pos. Beneran deh, entahlah apa jadinya hidup gw kalo bodega di seberang jalan tutup.

Pingin rasanya gw kirim surat ke si Konbini Girl, hey lihatlah ada masanya profesi kamu itu penting banget cuy!

Bagaimana? Profesi apa di lingkunganmu yang menurut kamu sangat esensial di masa pandemik ini?

Tentunya tulisan ini diiringi dengan sejuta tepuk tangan setiap hari, setiap jam untuk para dokter, tenaga medis dan staff rumah sakit. You are our hero! Dan Mbah Hans Rosling, the world misses you too much, this fangirl is sending you lots of love.

6 thoughts on “Bacaan Saat Wabah Corona

  1. paragraf 3 ini kaya adegan2 di drama korea.. *dari orang yang terlalu banyak nonton drakor. Waaa kebayang ya kalo masih ada si mbah Hans, sarannya bakal kaya apa ke WHO ato UNICEF ato sepupu2nya ituu..

    • Hahaha.. Gitu ya Noy? Gw baru mulai CLOY nih, mari kita lihat seberapa relevan ;)

      Iya gw merindukan sosok mbah Rosling, yang bisa menjelaskan wabah dan kesmas dengan positif, berdasarkan data-data akurat dan netral.

  2. Awal2 WFH juga scrolling2 berita, apalagi beberapa WAG begitu “rajin” ngirimin update an terbaru (kayak kita ga update aja…), malahan gw stress dan panik. Akhirnya memutuskan untuk gak terlalu baca berita (tetap baca walau gak sebanyak sebelumnya) dan melakukan aktivitas2 lain kayak baca, journalling dan ambil course online haha.

    Menurutku, di sini bersyukur banget Go-jek/Grab masih beroperasi, sangat membantu untuk kirim barang ke teman (berbagi makanan). Dan juga paket2 seperti JNE karena mereka juga bantu kirim barang2 esensial yang kadang sudah habis di supermarket.

    • Iya kan beirta-berita berseliweran itu juga belum tentu benar, malah bikin cemas ga puguh dan distraksi ga siiih…
      Oh bener banget segala yang delivery ini jadi esensial ya. Untung aku terbiasa pesan pizza hahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s