Tentang Ditaa

Paperfolding, girls band and sometimes talk about love. All over beers.

Be right back!

goodtobebackGaeess… I’m backkkk…
Widih blog ini sudah lama ga disentuh, rasanya butuh Roomba buat bebersih ;)

Kemana aja ngapain aja, Dita? *ceritanya netizen pada bertanya*

Ga kemana-mana, di New York melulu, melalui hari demi hari, snow day demi snow day sampai akhirnya datanglah musim semi yang penuh hujan.
Gw udah nulis banyak sekali draft, tapi apa daya selalu terdistrek akan hal lain. Hal lain yang mana adalah:

Kerja, kerja, kerja
Udah bukan rahasia kalo kwartal pertama itu intens gila. Ada dua report yang harus gw kerjain grafik dan lay-out-nya, udah gitu salah satunya bengkak jadi 200 halaman. Gilaseh, laporan berwujud monster :D Ditambah taun ini unit gw dirombak, gw punya tim baru yang berarti meeting demi meeting, pitching demi pitching, tak bekesudahan. Tapi ya dinikmati ajalah, alhamdulillah masih punya kerjaan. Tapi kadang di hari lain mood gw macam begini sih: :D

catfuck

Karya seni terinspirasi hari-hari lelah hayati di kantor

Musim dingin
Ya ampun musim dingin tahun ini snowday-nya banyaaakkk… Senanggg… Yang berarti kantor tutup, kerja di rumah sambil kelonan sama Pablo dan ga usah naik subway rasanya hepiiiii sekali. Tapi ya ampuuun, terhitung sampe April masih dingin dan sempet salju juga. Aku udah ga sabar pake baju selapis doang, gusti nu aguuungg…

Sakit
Setelah taun lalu sehat walafiat, taada pilek maupun badan yang mogok kerja, taun ini gw keok. Dimulai dengan batuk-batuk alergi di bulan Februari. Belum sembuh bener, gusi agak bengkak dan sariawan karena gw mulai proses pasang implant gigi dan gw pilek parah dalam minggu yang sama! Abis itu alergi masih berlanjut dan kena pilek lagi. Gusti nu agung… Udah lupa rasanya badan luluh lantak tak berdaya begini. Ecek-ecek sih, tapi teuteup aja gw bawaannya jadi rewel dan males ngapa-ngapain.

Baca buku

bookstack

Sebenernya baru tamat tiga buku dari tumpukan ini :|

Di sisi lain, hawa-hawa letargik musim dingin membuat gw getol banget selimutan sambil namatin bacaan dan minum bercangkir-cangkir teh herbal. Sejauh ini gw udah menamatkan 20 buku, yang mana sesuai target bacaan tahun ini. Gw juga keranjingan mampir ke perpus dan browsing buku disana. Rasanya adem deh berada di antara banyak buku tanpa ada dorongan untuk merogoh kantong (alias mbaknya sukanya gretongan). Lalu gw juga sekarang punya book club bareng temen2 deket gw, menyenangkan sekaliii!! Nanti deh gw tulis detil tentang book club ini.

 

Renang indah
Karena musim dingin berarti no more lelarian dan gegowesan di luar, gw kembali ke gym. Dan ternyata di gym gw ada kelas synchronized swimming alias renang indah. Aha! Menarik ini. Jadilah semenjak awal February kemarin gw rajin jumpalitan di kolam renang bersama cewek-cewek Brooklyn Peaches yang so damn cool, berbagai ukuran dan usia, seru sekaliii… Walopun ternyata gw ga jagoan renang :D Tapi biar gitu gw ikutanlah show-nya bulan April kmaren. Senaaanggg… Nanti juga gw ceritain ya..

Hal-hal lain
Oh well, banyak cerita yang ingin dibagi tapi daripada tulisan ini hanyalah menjadi draft, lebih baik gw cukupkan disini dan janji untuk mulai rajin nulis lagi.

Baby, it’s good to be back!

Iklan

Lady Bird dan Hang the DJ

Di hari pertama taun 2018, gw dimanjakan dengan nonton dua film (satu di bioskop, dan satu lagi di TV) yang membuat gw bahagia dan ga bisa menahan untuk ga ngetik ini. Emang tahun baru rencananya ga kemana-mana sih, dingin bujubuneng bikin pingin kembar siam sama heater. -6 sampe -12 derajat celcius saja sodara-sodaraaa… Jadi gw dan Jesse leyeh-leyeh aja dan Netflix-an dan nonton film seperti biasa. Tapi ga disangka, dua-duanya favorit banget.

 

black-mirror-hang-the-dj-image1-600x200

Sumber: http://collider.com/black-mirror-hang-the-dj-ending-explained/

Hang the DJ
29 Dec, Netflix meluncurkan Season ke-4 serial Black Mirror. Kita udah nyicil nonton dari hari Jumat sih, antara penasaran karena seru banget sama dieman-eman soalnya ga mau cepet selesai juga #dilema Nah pas taun baru sampailah kita pada episode Hang the DJ, semacam dystopian dating alias tinder di level selanjutnya. Karakter utamanya Frank dan Amy bikin gw senyum-senyum sendiri. Amy menurut gw cantik kebangetan dan gerak-geriknya pinter sekaligus menggemaskan. Frank cenderung awkward dan polos, tapi bukankah kita juga gampang jatuh cinta sama type yang tulus dan agak rapuh begini? Singkat cerita, dipasang-pasangkanlah para partisipan dating app ini. Sebagai pelaku dating jaman now (walopun gw ga sampe ngalamin era tinder) dan hopeless romantic tingkat akut, gw meleleh sekaligus bisa relate banget sama episode Hang the DJ ini. Menurut gw, perkencanan itu seru karena disinilah kita mencoba (kadang memaksa) diri kita untuk berhubungan (kadang intim) dengan orang lain. Maka koneksi dan chemistry yang terbangun dari Frank dan Amy, juga dari koneksi mereka dengan pasangan yang lain membuat gw serasa diulang tahunin. Black Mirror paling jago bikin adegan-adegan yang futuristik sekaligus natural, lucu atau nakutin tapi drama.
Dan bukan Black Mirror kalo akhirnya selalu plot twist. Adegan terakhir, tatapan mata itu, setting bar dan soundtrack dengan lirik “Hang the DJ, hang the DJ, hang the DJ…” #tebaklagu adalah salah satu scene favorit gw dari sejarah pertelevisian dunia.

 

ladybird

Sumber: https://a24films.com/films/lady-bird

Lady Bird
Malemnya pergilah kita ke Alamo Drafthouse untuk nonton Ladybird. Udah pingin nonton dari lama sih, apalagi ada nama Greta Gerwig di balik layar. Film favorit gw taun 2012 adalah Frances Ha, dimana Gerwin jadi aktor utama sekaligus co-writer naskahnya. Frances Ha sukses membuat gw cirambay dan langsung sms sahabat gw: I want you to know that I luv you.
Anyway, Lady Bird bercerita soal gadis remaja di Sacramento (setengah biografi Greta Gerwig), dengan segala seluk beluk pertumbuhan, dinamika keluarga, sekolah dan kisah cinta. Lady Bird sendiri cukup vokal dan percaya diri untuk aktif di berbagai kegiatan sekolah dan ngajak ngobrol cowok yang dia suka. Dia cukup dekat dengan ayahnya, tapi sering berantem sama ibunya (yekan gw bisa relate banget ini). Plotnya cukup simple, tapi konfliknya banyak, didukung sama akting brilyan dari Saoirse dan Laurie Metcalf. Ada kesukaan gw juga, Lucas Hedges, walaupun perannya kecil, tapi adegan pas dia meluk Lady Bird, ambyaarrrlaaah air mataku.
Greta Gerwig juara ya, naskah Lady Bird ciamik, penuh dengan dialog-dialog lucu, on point tapi juga bikin banjir gw air mata. Segala aspek dramanya kena banget.
Di tengah film gw berenti sejenak ngunyah kentang goreng demi bisik-bisik ke Jesse “I looovee this movie so much.” Sampai detik terakhirnya pun, gw menikmati banget film ini, bagaikan Boyhood versi ceweknya.

Kebeneran nih, hari ini udah keluarlah daftar nominasi Oscar 2018. Hore ada Lady Bird di beberapa nominasi. Tentunya gw dukung Lady Bird jadi presiden!! Haha.. Tapi dari tahun ke tahun, tema film Lady Bird terlalu dangkal untuk menang The Best Picture. Gw rasa bakalan kayak Boyhood di tahun 2014, dinikmati banyak orang tapi akhirnya dikalahkan Birdman. Eh, mungkin juga kan Lady Bird menang, Birdman : Lady Bird, get it?

Buku 2017

readingchallenge2017_2Tibalah pada saatnya menutup tahun sambil bersulang karena.. Sukses memenuhi reading challenge, sodara-sodara!

Tahun 2017 gw mencanangkan baca 36 buku, yang berarti 3 buku per bulan. Peningkatan yang cukup signifikan dari tahun lalu, 24 buku. Walopun tahun itu gw baca 35 buku sih, jadi sebenernya gw udah tau stamina baca gw. Tinggal menjalankan aja. Tsah.
Tahun ini ga terlalu banyak baca non-fiksi dan buku desain, tapi banyak buku cerita yang sangat gw nikmati selalu. Gw jatuh cinta pada Ann Patchett dan Junot Diaz, dan mulai menyicil buku2 mereka sedikit demi sedikit.

thehateugiveFavorite fiksi: The Hate U Give – Angie Thomas
Gw mulai mengurangi bacaan fiksi remaja tahun ini karena empet sama All the Bright Places. Tapi gimana lagi, YA fiction tetap paling gampang gw cerna dan nikmati. Gw ga punya harapan banyak waktu baca The Hate U Give, tapi Angie Thomas menulis dengan ringan, cerdas dan seimbang. Topik black lives matter berat loh, tapi kacamata Starr begitu organik saat menceritakan semuanya. Ditambah settingan ghetto, jadi minoritas di sekolah, interracial relationship, keluarga yang hangat, dll. Buku ini ringan tapi kena. Dan membuat salah satu resolusi 2018 gw: mendengarkan lebih banyak musik rap.

 

44735Favorite non-fiksi: The Elements of Typographic Style
Kalo yang ini udah ga usah ditanya ya. Wajib hukumnya buat grafik desainer dan para pemerhati tipografi lainnya.

 

 

 

21979832Favorite karakter: Kash – The Girl from Everywhere
The Girl from Everywhere bercerita soal kapal bajak laut sekaligus mesin waktu yang menjelajahi ruang dan waktu mengikuti peta dari masa ke masa. Campuran fantasi, petualangan dan ada sejarah berikut romansanya juga. Salah satu awak kapalnya adalah Kashmir, keturunan timur tengah, pencuri, pintar dan baik hati. Di bayangan gw Kash ini jangkung dengan badan berotot tapi kurus, kulit gelap dan terampil akrobat. Rambutnya sedikit berombak, gondrong setengkuk dan tatapannya membius. Glekk. Berbagai adegan duduk di geladak kapal sambil ngobrol dan diskusi dengan Kash, memandang lautan, demn lemah banget gw sama yang type begini.

113333Favorite setting: Bel Canto – Ann Patchett
Setting Bel Canto sebenernya cukup serem, pesta ulang tahun petinggi-petinggi negara di negara Amerika Selatan yang kemudian disandera teroris. Tapi cara Ann Patchett bercerita begitu cantik dan membuat hubungan yang terjalin di antara tokoh-tokohnya begitu kuat dan menarik. Gw kok malah pingin ikutan disandera ya.

 

Favorite line:

Ifemelu wanted to lie, to say that she cooked and loved cooking, but she remembered Aunty Uju’s words. “No, ma,” she said. “I don’t like cooking. I can eat Indomie noodles day and night.”

Americanah – Chimamanda Ngozi Adichie

Sampe ketemu di reading challenge selanjutnya. Semoga tahun ini semakin banyak buku-buku seru jadi bagian hidup kita. Gw akan lebih rajin posting dengan tagar #joyread dan sudah menginisiasi klab baca. Yay, can’t wait!

How was your 2017 in reading?

Hadiah Tahun Baru

Selamat Tahun Baru!!!

Yak telat 9 hari saja – rekor baru :D
Bagaimana tahun barunya? Seru? Kumpul bersama teman? Keluarga? Sendirian? Ga masalah.. Gw sendiri merayakan dengan ketidakjelasan. Alias jam 4 udah pergi ke bar, lalu jam 9.22 (akurat dan presisi ini penting) udah ketiduran :D Bangun jam 11.30 pm untuk ikutan countdown abis itu nyemilin kentang goreng sambil nonton film.
Bagaimana resolusi tahun 2017? Sudah dicentrang semua? Bagoooossss… Gw sendiri, hmm… Entahlah *tertunduk* ada beberapa hal menyenangkan yang berhasil dipelajari seperti ambil kelas illustrasi, ikutan cocktail class yang serius dan berakibat gw pulang dengan muka super pink sampe gw yang males lari dan balik lagi ke sepeda ke kantor 3 kali seminggu. Mayan bo, lebih dari 20 km bolak-balik ditambah bagian Manhattan Bridge yang penuh sumpah serapah.

Eniwei, post berikut ga ada hubungannya dengan resolusi dan tahun baru, tapi mungkin ada hubungannya. Eh gimana sik. Ini hanyalah berbagi yang baik-baik. Siapa tau dengan semangat fresh start ada yang ingin mencoba meditasi, atau ada yang sudah pernah mencoba dan ingin mengeksplorasi lebih jauh.
meditationguide_soundcloud_begy-02
Gw pernah cerita panjang tentang meditasi di blogpost ini. Tahun 2013 hidup gw jungkir balik dan gw menemukan piulikeun baru yaitu meditasi. Gw berhutang pada meditasi karena gw merasa hidup gw lebih baik setelah gw mengenal meditasi. Begitu pula dengan Bagia atau panggil saja Beggy – nama sebenarnya – yang semenjak mengenal meditasi menjadi transendental. Dari mulai resign dari kantornya saat itu sampe keliling dunia dan sekarang jadi direktur Golden Space Indonesia. Saat berkunjung ke New York di awal 2017 (atau akhir 2016 ya, lupa), dia cerita semuanya dan gw termenung-menung cukup lama meresapi perjalanan spirituil dia. Tsah.
Terus isenglah kami bikin sesi meditasi di apartemen dipimpin Beggy. Udah gitu ketambahan delivery guy yang dateng nganterin pesenan pas kita lagi siap-siap. Random banget :D Selama ini, gw dan Jesse rutin meditasi dengan panduan dari mindful meditation guide-nya Teddy Sculzo. Begitu ada Beggy, sebagai produser musik wannabe, Jesse pingin bikin panduan meditasi sendiri, lalu jadilah mereka rekaman sampe pagi, gw mah molor :D Abis itu ditambahin musik, karena Jesse bosen sama musik-musik pengiring meditasi yang cenderung versi lo-fi dari irama bollywood.
Karena satu dan lain hal, musik dan paketnya baru jadi akhir tahun ini. Maapkeun pemirsa. Tapi anggaplah ini sebagai hadiah pergantian tahun buat masyarakat semesta. Kalo menurut gw sih, ini semacam campuran mindful dan self-love meditation diiringi musik nintendo :D

Simpelnya, mindful meditation (praktik meditasi yang sering gw lakukan), adalah melatih pikiran kita untuk ga gampang menclok-menclok. Sudah terbukti secara ilmiah, juga pada Begy dan Dita teman anda, bahwa meditasi ini lebih banyak faedahnya daripada mudaratnya. Self-love sendiri semacam menerima diri kita apa adanya, praktek yang ga mudah dilakukan, karena kita cenderung menyalahkan diri sendiri dan membawa dosa-dosa masa silam di diri kita. Apalagi kalo orangnya bintang virgo yang perfeksionis kayak gw. Nah panduan dari itu semua, jadilah 11 menit yang menenangkan dan bikin rileks.

11 menit adalah waktu yang sebentar untuk duduk dan berdiam diri. Tapi di era penuh kesibukan, informasi berseliweran dan distraksi sana-sini, mungkin 11 menit inilah yang kita perlukan untuk sejenak rehat dari keseharian. Anggaplah, hadiah untuk diri sendiri. Semoga menikmati ya.

Musik 2017

2018

Man oh man, secara musikalitas, tahun 2017 ini penuh dengan kembalinya musisi “muda” dengan album yang dahsyat. Kalo taun lalu gw kesulitan bikin daftar 5 album baru, tahun ini gw bisa deh panjangin daftar jadi sepuluh album. Tapi males nulisnya (teuteup). Berikut adalah 5 album baru yang gw dengerin berkali-kali di 2017:

Plural – Electric Guest
Sudahlah tak usah ditanya, 2017 was the year of me and Electric Guest. Terima kasih Assa Taccone atas talenta dan karyanya. Alhamdulillah juga, sepanjang 2017 gw nonton Electric Guest dua kali. Termasuk kali kedua mereka mainin lagu Glorious Warrior.
Di penghujung 2017 mereka ngeluarin clip buat Oh Devil yang manis dan kocak. I think Assa is also a very good actor :)

Crawl Space – Tei Shi
Jesse pertama kali nemuin Tei Shi, gw seperti biasa terkena imbasnya. Crawl Space, album kedua Tei Shi, adalah album yang kompleks, serumit ras Tei Shi yang campuran Argentina, Polandia, Colombia, besar di Canada dan tinggal di New York. Ada rasa R&B yang kental di album ini, tapi juga nuansa dream pop, synthesizer modern dan 90an. Gw suka suka suka banget vokal Tei Shi yang tipis, bahkan nada-nada tinggi dinyanyikannya dengan lirih manis. Favorit gw lagu Say You Do, karena mirip lagu baladanya Janet Jackson..

Flower in the Dirt – Paul McCartney and Elvis Costello
Bukan nama dan album baru, tapi karena Flower in the Dirt di-reissue, ada sekitar 10 lagu versi demo sebagai tempelan. Di lagu-lagu itu, Sir Paul dan Mas Costello nyanyi dan bermain musik akustik pul. Gw malah lebih suka versi demo ini. Dua nama ini udah jaminan mutu lagu-lagu brilyan, sehingga versi akustiknya lebih menonjolkan cantiknya hook melody dan manisnya harmoni vokal mereka. Malah album aslinya menurut gw terlalu country rock, produsernya gimana seh neeehh. Favorit gw adalah You Want Her, lagu ini terkesan nakal ;)

Something to Tell You – HAIM
Ini juga salah satu yang ditunggu-tunggu banget di tahun 2017. Udahlah ya ga usah diulas panjang lebar lagi betapa serunya trio ala ala Wilson Phillips kawin dengan Fleetwood Mac. Publisistnya HAIM juga kreatif banget, content mereka di sosial media keren-keren. Nih contohnya waktu mereka joged-joged di lagu Oops I Did it Again. Aren’t they the coolest sisterhoods? #sisterhoodgoals

drunk moms at a bar mitzvah

A post shared by HAIM (@haimtheband) on

 

Offering – Cults
Masih dengan formula yang sama, album ketiga Cults ini lebih ceria dan seru. Sentuhan “musik dari kamar sendiri” sudah agak berkurang, lagu-lagunya lebih serius tapi tetap terasa ringan. Dari menjamurnya indietpopronic semenjak taun 2011, hanya beberapa yang betah gw dengerin selbumeum, dan salah satunya adalah Cults. Lagu-lagu mereka walopun terkesan bermain-main tapi solid dan cukup bervariasi dari lagu ke lagu dan album ke album. Favorit gw di album ini adalah Offering yang walopun awalnya standar tapi sisa lagu nempel di kepala.

Honorable mention: Mythological Beauty – The Big Thief
Walaupun gw ga dengerin album Capacity terus menerus, tapi gw dengerin lagu Mythological Beauty on loop selama dua hari. Suka banget sama nyanyi yang bagaikan bisik-bisik dan musik ringan di latar belakangnya. Emang deh, gw gampang kepatil sama hawa-hawa dream pop.

Itu semua dan masih ditambah album baru Aimee Mann, Feist, Tennis, Adult Mom, Iron & Wine, dll. Breaking news: Rhye ngeluarin single baru!! Seru kan musik 2017? Come on 2018, bring it on now :)

Apa album atau musik favorit 2017 kamu?