Musik 2017

2018

Man oh man, secara musikalitas, tahun 2017 ini penuh dengan kembalinya musisi “muda” dengan album yang dahsyat. Kalo taun lalu gw kesulitan bikin daftar 5 album baru, tahun ini gw bisa deh panjangin daftar jadi sepuluh album. Tapi males nulisnya (teuteup). Berikut adalah 5 album baru yang gw dengerin berkali-kali di 2017:

Plural – Electric Guest
Sudahlah tak usah ditanya, 2017 was the year of me and Electric Guest. Terima kasih Assa Taccone atas talenta dan karyanya. Alhamdulillah juga, sepanjang 2017 gw nonton Electric Guest dua kali. Termasuk kali kedua mereka mainin lagu Glorious Warrior.
Di penghujung 2017 mereka ngeluarin clip buat Oh Devil yang manis dan kocak. I think Assa is also a very good actor :)

Crawl Space – Tei Shi
Jesse pertama kali nemuin Tei Shi, gw seperti biasa terkena imbasnya. Crawl Space, album kedua Tei Shi, adalah album yang kompleks, serumit ras Tei Shi yang campuran Argentina, Polandia, Colombia, besar di Canada dan tinggal di New York. Ada rasa R&B yang kental di album ini, tapi juga nuansa dream pop, synthesizer modern dan 90an. Gw suka suka suka banget vokal Tei Shi yang tipis, bahkan nada-nada tinggi dinyanyikannya dengan lirih manis. Favorit gw lagu Say You Do, karena mirip lagu baladanya Janet Jackson..

Flower in the Dirt – Paul McCartney and Elvis Costello
Bukan nama dan album baru, tapi karena Flower in the Dirt di-reissue, ada sekitar 10 lagu versi demo sebagai tempelan. Di lagu-lagu itu, Sir Paul dan Mas Costello nyanyi dan bermain musik akustik pul. Gw malah lebih suka versi demo ini. Dua nama ini udah jaminan mutu lagu-lagu brilyan, sehingga versi akustiknya lebih menonjolkan cantiknya hook melody dan manisnya harmoni vokal mereka. Malah album aslinya menurut gw terlalu country rock, produsernya gimana seh neeehh. Favorit gw adalah You Want Her, lagu ini terkesan nakal ;)

Something to Tell You – HAIM
Ini juga salah satu yang ditunggu-tunggu banget di tahun 2017. Udahlah ya ga usah diulas panjang lebar lagi betapa serunya trio ala ala Wilson Phillips kawin dengan Fleetwood Mac. Publisistnya HAIM juga kreatif banget, content mereka di sosial media keren-keren. Nih contohnya waktu mereka joged-joged di lagu Oops I Did it Again. Aren’t they the coolest sisterhoods? #sisterhoodgoals

drunk moms at a bar mitzvah

A post shared by HAIM (@haimtheband) on

 

Offering – Cults
Masih dengan formula yang sama, album ketiga Cults ini lebih ceria dan seru. Sentuhan “musik dari kamar sendiri” sudah agak berkurang, lagu-lagunya lebih serius tapi tetap terasa ringan. Dari menjamurnya indietpopronic semenjak taun 2011, hanya beberapa yang betah gw dengerin selbumeum, dan salah satunya adalah Cults. Lagu-lagu mereka walopun terkesan bermain-main tapi solid dan cukup bervariasi dari lagu ke lagu dan album ke album. Favorit gw di album ini adalah Offering yang walopun awalnya standar tapi sisa lagu nempel di kepala.

Honorable mention: Mythological Beauty – The Big Thief
Walaupun gw ga dengerin album Capacity terus menerus, tapi gw dengerin lagu Mythological Beauty on loop selama dua hari. Suka banget sama nyanyi yang bagaikan bisik-bisik dan musik ringan di latar belakangnya. Emang deh, gw gampang kepatil sama hawa-hawa dream pop.

Itu semua dan masih ditambah album baru Aimee Mann, Feist, Tennis, Adult Mom, Iron & Wine, dll. Breaking news: Rhye ngeluarin single baru!! Seru kan musik 2017? Come on 2018, bring it on now :)

Apa album atau musik favorit 2017 kamu?

Iklan

Something to Tell You – HAIM


Album yang paling dinantikan tahun ini.

Sampe lupa, belom nulis apa-apa tentang album barunya HAIM. Padahal ini loh yang dinanti-nanti sepanjang setengah pertama tahun 2017.

Sebenernya belum pernah nulis apapun tentang HAIM padahal levelnya setaralah sama Electric Guest dan Hinds. Kadang aja nyeletuk tentang HAIM di blog, apalagi kalo bukan ga sabar pingin album baru!!!. Dengerin HAIM bisa berulang-ulang, on repeat behari-hari. Waktu karaoke dan ada lagu The Wired, oh maaakkk hepi sekali berasa jadi Alana.

Pertama kali kenal HAIM tahun 2013, lupa gimana-gimananya, tau-tau udah muter album Days are Gone ratusan kali. Favoritnya waktu itu The Wired dan Don’t Save Me. Buat gw sih HAIM adalah suara 80is/90is yang dirindukan dengan nuansa Wilson Phillips yang modern. Produksi rekamannya bersih, lengkap dengan harmoni paduan suara ala Wilson Phillips, tanpa embel-embel electronika berlebihan yang saat itu lagi menjamur. Ditambah ketiga kakak beradik HAIM ini main musik dan terlibat sangat intens dalam memproduksi albumnya. Ya kira-kira begitulah.
Pas banget, waktu itu gw masih gandrung nonton festival musik sana sini, dan mereka salah satu line up bawah di Austin City Limits. Hore hore mari nonton HAIM! Walaupun realitanya kita memilih makan Macdonalds (penting banget), ngantri cukup lama menuju venue dan sebagian besar dengerin HAIM dari pager luar. Tapi gw lihatlah aksi-aksi terakhir HAIM ini cukup seru. Danielle dengan gaun spaghetti strap bunga-bunga (sumpah deh satu seri sama boots dan topi lebar berbunga matahari, if you know what I mean), mainin bass dram di tengah panggung lalu dia moshing. Penontonnya waktu itu juga segelintir.

Lalu album barunya? Ya tentu aja HAIM banget! Alias gw udah fans berat dan kangen banget, hingga udah ga bisa mengulas dengan objektif. Tapi suara-suara alahaim ini emang ga ada kan akhir-akhir ini? Bahkan CHVRCHED dan Chairlift aja yang menurut Spotify mirip, menurut gw masih terdengar terlalu indie dan modern.
Album Something to Tell You ini pun kental dengan tema patah hati, yang mana kita semua familiar banget kaaan… Elo aja kali Dit *ditoyor pemirsa* Tapi beneran ga salah menurut NME album ini cocok jadi soundtrack road trip pasca putus hubungan pacaran bareng sahabat-sahabat sambil berseloroh “Cowok brengsek!!” tapi terus pas bagian “Just to know that I want you back..” diaminin banget. Pokoknya pas banget pas bagian masih ngarepnya itu loh.
Sejauh ini sih lagu favorit gw A Little of Your Love, Ready For You sama I Want You Back. Gw juga suka Right Now, nomor balada yang diselipkan terakhir. Formula album 90-an banget kan ya, album keseluruhan pop upbeat tapi pentinglah diselipin satu dua lagu sedih. See? Ga berubah kan HAIM ini walopun sekarang udah jadi sahabatnya Taylor Swift dan mendapat arahan dari Stevie Nicks.

Kadang sambil dengerin HAIM gw mikir, apa bener ya kata orang, musik bagus itu cuman ada di masa pertumbuhan? Terbukti kan gw sukanya musik-musik 90is dan kalo ada musik baru pun pasti memper-memper. Apakah benar kita ini sekarang termasuk old soul yang telinganya menutup dengan sendirinya terhadap kemajuan musik setelah ambang pendengaran kita perlahan-lahan menurun? Hmm…
Tapi lalu lagu You Never Knew dari HAIM berkumandang, intronya sangatlah pekat dengan pengaruh Fleetwood Mac, dan gw mikir lagi, pusing-pusing amat sih. Musik mah dinikmati aja sesuai suasana hati. Dan sah-sah saja menikmati HAIM walau ga patah hati tapi lebih kepada nostalgia akan musik-musik radio Oz jaman dulu.