Klab baca kejar paket A

klabbacaSemenjak awal taun ini, kegiatan membaca gw jadi lebih bersemangat karena gw iseng bikin klabbaca yang ternyata sambutannya cukup positif.
Pertamanya sih tersinpirasi Aggy dengan book buddies-nya. Tapi pas kontak temen deket gw untuk jadi book buddies, dia malah ribet nanya ini itu, trus gw males nerangin. Baca aja blogpost-nya Aggy noh.
Nah, pas awal taun lagi rame-ramenya resolusi nih, ada dua temen gw yang resolusinya: pingin lebih banyak baca. Langsung gw samber di whatsapp, didaulat jadi klabbaca, sekaligus jadi pilot project klab baca. Syukurlah mereka semangat dan bukannya nge-block gw di WA grup, karena gw mayan rajin nanya ini itu soal kebiasaan membaca dan berbagi tips-tips kejar paket A.
Simpel aja sih, tiap bulan kita pilih satu buku untuk dibaca barengan dan di akhir bulan kita diskusi bareng. Serunya sih kalau bisa sambil ngopi dan nyemil-nyemil ya, tapi ada daya gw di New York, satu di Singapore dan satu lagi wira-wiri Solo-Bandung. Jadi diskusi kira-kira sejam atau dua jam lewat skype (yang lalu banyakan foto-foto :D) atau kalau banyak yang berhalangan ya lewat whatsapp chat. Gw pribadi lebih suka lewat skype sih, soalnya dalam sejam bisa membahas banyak, sedangkan lewat chatting biasanya dua jam. Lebih effisien aja gitu. Apalagi kan beda-beda timezone, jadi jam ngantuknya beda-beda.

Di kwartal pertama klab baca, cuman kita bertiga, jadi pilihan buku beneran personal. Gw pilih buku pertama (sebagai figur autoritatif ;) ), terus gantian tiap bulannya. Yah namanya juga percobaan ya. Tapi dalam tiga bulan itu aja kita bertiga jadi semangat banget namatin buku walopun bukunya bapuk banget dan semangat diskusi yang tentunya banyak haha-hihi.
Kwartal berikutnya, klab baca ini diperluas, masih barengan lingkar pertemanan yang sama, tapi nambah anggota 3 orang lagi. Mayan kan… Mungkin kalo diterapkan member get member bakalan lebih sukses tapi klab baca kan nirlaba yaa :D Sistem bacanya masih sama, baca satu buku yang diputuskan bersama melalui musyawarah mufakat atau pemilihan umum, terus dibahas tiap akhir bulan. Ragam buku yang dibaca emang jadi random banget sih, dari memoir, non-fiksi, sampe komik :D Tapi ya gapapalah, kita coba aja menjajal berbagai jenis bacaan. Kadang ada juga yang ga tamat. Ga masalah, buat gw sih yang penting membentuk kebiasaan konsisten membaca dan menikmati buku bacaan. Visi gw dengan klab baca ini bukan fokus pada bukunya sih, tapi lebih kepada komunitas dan membentuk kebiasaan membaca.

klabbaca2Sejauh ini sih gw hepi banget dengan klab baca ini. Simpel dan bikin motivasi membaca semakin kenceng. Kalopun grup ini pada akhirnya ga berminat lagi melanjutkan klab baca, gw akan bikin klab baca lagi. Abis seru aja. Membaca buku itu sebenernya kegiatan yang soliter, tapi dengan klab baca ini kita jadi bisa menikmati pengalaman membaca bersama-sama. Seperti misalnya misuh-misuh kalo bukunya ngebosenin pas baca They Both Will Die in the End atau nangis bareng pas baca buku yang mencabik-cabik perasaan kayak First They Killed my Father.

Sempet ngobrol-ngobrol lebih lanjut, apakah mau memperluas klab baca dengan ngundang-ngundangin temen di luar lingkar pertemanan ini? Hmm, pingin juga sih, tapi masih ragu karena gw masih merasa belum mumpuni memoderasi sekian banyak orang, apalagi yang belum terlalu kenal. Sejauh ini banyakan curcol :D Mungkin skill ini dilatih dulu, nanti kalo udah gape baru deh buka klabbaca untuk rakyat pada umumnya :)

Alasan lain adalah akses buku. Sebagai a proud member of Brooklyn Public Library, gw dengan gampang mengakses buku-buku, walaupun kadang harus nunggu agak lama. Mau beli buku juga tinggal klik dan bayar kredit, lalu dalam dua hari buku dateng deh dari amazon.com atau book depository. Ga selalu buku baru, gw seringnya beli buku bekas. Nah, akses buku ini yang kadang menjadi kendala buat member klabbaca lainnya. Solusinya sih gw berusaha nyariin buku dalam bentuk pdf gratisan dan kadang gw dan temen gw di Singapore berbagi akun perpus. Agak-agak illegal sih, tapi ya demi kemajuan bangsa dan negara, yekaann… Nah gw ga yakin opsi ini bakalan gw lakuin buat khalayak ramai. Tapi pada intinya gw ga mau member klabbaca kesulitan akses buku.

Meskipun klab baca gw saat ini masih eksklusif, tapi silahkan loh fotokopi atau modifikasi ide klab baca bersama geng masing-masing. Gampang dan seru banget, hanya butuh buku dan Whatsapp group. Daripada Whatsapp group jadi ladang hoax kaann… ;)

Iklan

Buku 2017

readingchallenge2017_2Tibalah pada saatnya menutup tahun sambil bersulang karena.. Sukses memenuhi reading challenge, sodara-sodara!

Tahun 2017 gw mencanangkan baca 36 buku, yang berarti 3 buku per bulan. Peningkatan yang cukup signifikan dari tahun lalu, 24 buku. Walopun tahun itu gw baca 35 buku sih, jadi sebenernya gw udah tau stamina baca gw. Tinggal menjalankan aja. Tsah.
Tahun ini ga terlalu banyak baca non-fiksi dan buku desain, tapi banyak buku cerita yang sangat gw nikmati selalu. Gw jatuh cinta pada Ann Patchett dan Junot Diaz, dan mulai menyicil buku2 mereka sedikit demi sedikit.

thehateugiveFavorite fiksi: The Hate U Give – Angie Thomas
Gw mulai mengurangi bacaan fiksi remaja tahun ini karena empet sama All the Bright Places. Tapi gimana lagi, YA fiction tetap paling gampang gw cerna dan nikmati. Gw ga punya harapan banyak waktu baca The Hate U Give, tapi Angie Thomas menulis dengan ringan, cerdas dan seimbang. Topik black lives matter berat loh, tapi kacamata Starr begitu organik saat menceritakan semuanya. Ditambah settingan ghetto, jadi minoritas di sekolah, interracial relationship, keluarga yang hangat, dll. Buku ini ringan tapi kena. Dan membuat salah satu resolusi 2018 gw: mendengarkan lebih banyak musik rap.

 

44735Favorite non-fiksi: The Elements of Typographic Style
Kalo yang ini udah ga usah ditanya ya. Wajib hukumnya buat grafik desainer dan para pemerhati tipografi lainnya.

 

 

 

21979832Favorite karakter: Kash – The Girl from Everywhere
The Girl from Everywhere bercerita soal kapal bajak laut sekaligus mesin waktu yang menjelajahi ruang dan waktu mengikuti peta dari masa ke masa. Campuran fantasi, petualangan dan ada sejarah berikut romansanya juga. Salah satu awak kapalnya adalah Kashmir, keturunan timur tengah, pencuri, pintar dan baik hati. Di bayangan gw Kash ini jangkung dengan badan berotot tapi kurus, kulit gelap dan terampil akrobat. Rambutnya sedikit berombak, gondrong setengkuk dan tatapannya membius. Glekk. Berbagai adegan duduk di geladak kapal sambil ngobrol dan diskusi dengan Kash, memandang lautan, demn lemah banget gw sama yang type begini.

113333Favorite setting: Bel Canto – Ann Patchett
Setting Bel Canto sebenernya cukup serem, pesta ulang tahun petinggi-petinggi negara di negara Amerika Selatan yang kemudian disandera teroris. Tapi cara Ann Patchett bercerita begitu cantik dan membuat hubungan yang terjalin di antara tokoh-tokohnya begitu kuat dan menarik. Gw kok malah pingin ikutan disandera ya.

 

Favorite line:

Ifemelu wanted to lie, to say that she cooked and loved cooking, but she remembered Aunty Uju’s words. “No, ma,” she said. “I don’t like cooking. I can eat Indomie noodles day and night.”

Americanah – Chimamanda Ngozi Adichie

Sampe ketemu di reading challenge selanjutnya. Semoga tahun ini semakin banyak buku-buku seru jadi bagian hidup kita. Gw akan lebih rajin posting dengan tagar #joyread dan sudah menginisiasi klab baca. Yay, can’t wait!

How was your 2017 in reading?