Diego Rivera Mural Galore

diego1Salah satu aktivitas yang paling berkesan dari liburan ke Mexico City kemarin adalah ngunjungin muralnya Diego Rivera. Awalnya kegiatan ini ga diagendakan, tapi berhubung hari senin museum pada tutup semua, akhirnya ke sini deh. Karena mural-mural ini ga bersarang di museum melainkan di Secretario de Educacion, alias gedung depdiknas pemerintah Mexico!
Pas masuk kita harus melewati standar pemeriksaan dan mendaftarkan nama di buku besar ala tukang kredit, pemerintahan banget deh. Tapi petugasnya baik-baik kok, dan mereka udah maklum kalo sering dikunjungin turis yang mau liat-liat mural bukannya legalisir STTB.
Bangunannya sendiri bergaya kolonial, simpel dan didominasi warna abu-abu. Ga terkesan suram sih karena ada plaza luas banget di tengah-tengahnya, dan warna abu ini jadi latar sempurna buat mural-mural Diego. Gw kira cuman bakalan ada beberapa mural doang yang bisa dinikmati seadanya. Ternyata, ada tiga lantai dan di tiap lantainya ada lebih dari 80 mural! Total semuanya ada 253 panel. Pecinta mural dan karya Diego Rivera serasa diulangtahunin. Udah gitu, karena ini bukan museum, hanya ada segelintir turis. Malahan yang berseliweran adalah petugas kebersihan atau staff kementrian pendidikan. Kita punya waktu cukup untuk mengagumi tiap mural tanpa terganggu kerumunan orang-orang.

ditadiegomural

Mural selfie dengan rambut keriting sebelah

Di lantai pertama, muralnya kebanyakan tentang sejarah awal Mexico, dari mulai aktivitas pekerja tambang, panen jagung sampe pemandangan alam dan kehidupan di desa-desa. Tapi ga ada gunung belah tengah yaaa… Gw suka sekali gaya Diego menggambar dan bercerita, setiap karakter di muralnya unik dan imut.
Di lantai kedua, muralnya cenderung sederhana dan didominasi simbol-simbol seperti ikon riset, ikon buku, dll. Disini juga ada lambang-lambang propinsi se-Mexico. Oh my God, baru dua lantai serasa belajar banyak banget tentang Mexico. Emang ya kaum ndablek belajar sejarah kayak gw lebih mempan belajar lewat karya seni daripada lewat buku atau artefak-artefak.

Eits, tapi ternyata lantai tiga muralnya lebih wow lagi. Gw pribadi paling suka mural-mural di lantai tiga. Lebih meriah dan banyak bercerita tentang sejarah revolusi Mexico. Hampir di setiap mural ada karakter2 polisi yang berselempang peluru. Seperti mural di lantai sebelumnya, banyak simbol komunis bertebaran. Dan selalu, Diego pinter banget bercerita dan menggambarkan karakter-karakter di muralnya dengan sangat cermat. Ada Frida Kahlo juga loh! Jadi salah satu karakter bagi-bagi senjata. Emang doi galak kayaknya ya.

diegorestorasi

Mural-mural Diego ini aktif direstorasi.

Gw sebenernya baru mencermati karya-karya Diego akhir-akhir ini. Kalo Frida Kahlo sih udah jamak lah ya, ikon feminis dan lain-lain, dan gw udah liat beberapa karyanya di MoMA. Sehari sebelumnya kita mengunjungi Casa Azul dan studio Frida dan Diego, keduanya sekarang jadi museum, dan gw suka sekali akan karya-karya Diego. Gw suka Diego mencoba berbagai teknik dan media, tapi semuanya punya ciri khas yang menurut gw imut dan gemesin. Banyak lengkungan di karya Diego dan orang-orang yang digambar Diego cenderung bulet-bulet. Ibarat versi chibby-nya manga, hihihi.
Sembari nulis ini gw mulai baca-baca tentang Diego dan sejarahnya doi mendalami media fresco buat mural. Diego yang sebelumnya mendalami teknik melukis kurang puas dengan esensi lukisan yang seringkali jadi milik horangkayah dan ujung-ujungnya ga bisa dinikmati khalayak ramai. Ketika Diego belajar teknik fresco di Italia, barulah dia merasa ini media yang cocok untuk karya seninya. Ketika balik ke Mexico, berjodohlah dengan menteri pendidikan saat itu, yang punya program memuralkan gedung departemen pendidikan dan sekolah-sekolah. Jadilah gedung diknas ini sebagai proyek mural pertama Diego. Makasih banget loh pak atas inisiasinya. Art for the people!

diego2.jpg

Iklan

Catatan dari film Banksy

banksy

Gw sempet liat truk ini lalu melengos karena ga tau itu Banksy! Mikirnya cuma, dasar New York, aneh-aneh aja. Foto dari HBO.

Film Banksy does New York bisa ditonton lewat HBO.

Setelah nonton film itu gw makin ngefans sama Banksy. Pertama, street art-nya selalu punya pesan yang kuat. Benar-benar nampiling supaya kita perhatian sama isu-isu sosial yang berjalan di sekitar kita dan selama ini mungkin kita ga peduli.
Kedua, cara dia bikin teka-teki sangatlah engaging. Siapapun yang terlibat dengan petualangan mencari Banksy pasti merasa seperti Dora di kota besar.
Ketiga, street art-nya bukan cuma pemanis, tapi juga interaktif. Sebulan di New York, reaksi warga kota New York sangatlah beragam. Film itu jadi bukti betapa berlapisnya warga New York.
Keempat, gratis. Untuk menikmati karya Banksy, kita ga perlu ke museum atau bayar tiket masuk galeri. Ini seni untuk kita semua, ada di sekitar kita. Di pengkolan, di atap dan terdokumentasi dengan baik di website-nya. Yang mana aksesnya juga gratis.
Kelima, anonimus. Nama banksy memang terkenal tapi siapa sosok di balik nama ini? Masik teka-teki. Yang berarti semua karyanya dikembalikan lagi buat kita.

Keren ya, Banksy?