Cerita liburan di blog

Gw udah nulis beberapa post tentang mengapa gw stop nulis tentang liburan dan jalan-jalan. Tapi mungkin bisa nulis lagi dalam bahasa Indonesia. Alasan pertama, karena gw mungkin sudah agak jarang jalan-jalan. Kalau dulu energi berlebihan didapat dari jalan-jalan, sekarang gw harus memulihkan energi yang hilang dulu sebelum bisa jalan-jalan.

Selain itu, jalan-jalan menjadi intim, aktivitas yang agak susah dibagi. Semua yang terjadi di saat jalan-jalan jadi terlalu personal. Itinerary jadi tak ada artinya, selain tambahan informasi sebelum memutuskan sesuatu.

Dengan sosial media di tangan kita, dan berburu tiket di ujung jari kita, bepergian bukan lagi soal susah. Gw sedikit sebel sama kegiatan pasang foto-foto liburan, tapi ya juga maklum karena ya emang kalo liburan dan jalan-jalan mata kita jadi lebih tajam. Banyak hal-hal baru yang begitu menarik untuk diabadikan.

Buat gw yang sehari-hari sibuk jadi karyawati, liburan berarti lepas dari baju kantor dan ga usah liat layar komputer. Itu saja sudah bikin cukup hepi. Apalagi kalau ditambah jalan-jalan di kota baru, dan minum mojitos di tepi pantai. Udah deh, bahagia jasmani rohani.

Iklan

Teman Jiwa

Gambar

A person with whom one has a strong affinity, shared values and tastes, and often a romantic bond.

A person with whom one has a strong affinity, shared values and tastes, and often a romantic bond.

Seperti tepi pantai yang akrab dengan ombak. Berkejaran, berlarian dan bermandikan matahari. Di pasang dan surutnya senantiasa bersama. Berbagi asin dan garam, bermacam mineral. Selalu tertawa di sela-sela.

– Canggu, April 2015