Day 13: a song that is a guilty pleasure

Haaaah. Kembali stuck dengan tema memesong yang membuat bingung. *celingak celinguk*
Tapi daripada terhanti sedangkan tantangan meme ini belum juga sampai setengahnya, lebih baik kita lanjutkan saja. Dengan apapun caranya.

Sunday Morning – Maroon 5

Sunday morning rain is falling
Steal some covers share some skin
Clouds are shrouding us in moments unforgettable
You twist to fit the mold that I am in
But things just get so crazy living life gets hard to do
And I would gladly hit the road get up and go if I knew
That someday it would bring me back to you
That someday it would bring me back to you

That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow on sunday morning
And I never want to leave

Fingers trace your every outline
Paint a picture with my hands
Back and forth we sway like branches in a storm
Change the weather still together when it ends

That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow on sunday morning
And I never want to leave

But things just get so crazy living life gets hard to do
Sunday morning rain is falling and I’m calling out to you
Singing someday it’ll bring me back to you
Find a way to bring myself home to you

And you may not know
That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow?

Salah satu hits favorit saya dari Maroon 5. Lalu, what’s so guilty about this song? Halal-halal aja disukai toh. Lagunya memang enak, dentingan pianonya asik, liriknya juga yeah, khas album Songs About Jane, tentang patah hati. Dan Adam Levine di video klip ini terlihat sangat sexy dengan kaos lengan panjang dan sneakersnya, menari-nari bikin gemes.

Baiklah dimulai curcolnya. Lagu ini, walaupun sudah berkali-kali dinyanyikan saat karaoke, dan diputar mengiringi berbagai pejalanan, tetap saja selalu mengingatkan masa muda dulu. Ups, ketauan tuanya.

Jadi dulu itu, masa muda ceria itu, diwarnai dengan gejolak kembang belia. Hehe. Malam minggu biasanya diisi dengan behura-hura, pergi nonton konser, ke club, get other people very drunk karena dulu saya ga minum alkohol, lalu menginap. Keesokan harinya, minggu pagi, biasanya saya dianterin pulang ke rumah. Maka ditempuhlah perjalanan cukup panjang, dan bukan berarti bebas hambatan. Dulu belum jaman nyolokkin iPod ke sound system mobil, dan kami berpuas dengan mendengarkan kaset. Di mobilnya hanya ada beberapa kaset, tapi yang selalu diputar adalah album Jane-nya Maroon 5 ini.
Tentu saja lagu favorit adalah Sunday Morning. “Pas banget ya, ini kan Minggu Pagi.” Bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan tol yang cukup lengang. Lebih sering panas daripada hujan. Saya masih dengan mata ngantuk dan dia masih sedikit pusing. Tapi kami hanya berdua di mobil dan terus terang saya menikmati kesendirian ini. Diiringi Adam Levine yang berdendang, “Driving slow in Sunday Morning, and I never want to leave.” Kami berdua, muda dan bahagia.

Perasaan bersalah akan merayap setelahnya. Maka itu, setelah saya didrop di rumah, saya akan menyalakan handphone lalu mengetik sms “Hai say! Sorry tadi malem hp-nya abis batre. Dita ketiduran/nginep di rumah ___ (insert nama temen cewek)/begadang nulis/main game. Hari ini mau kemana? Kita lunchdate yuk!”

Sunday morning

Iklan

Day 11: a song from your favorite band

Sebenarnya ini agak double dengan memesong Day 19 (nantikanlah!), tapi biar ga pusing, biarkanlah saya menghadirkan lagu ini disini ya: a song from my favorite band and from my favorite album.

Cherub Rock – Smashing Pumpkins

Freak out, and give in
Doesn’t matter what you believe in
Stay cool, and be somebody’s fool this year
’cause they know, who is righteous, what is bold
So I’m told

Who wants honey, as long as there’s some money
Who wants that honey?

Hipsters unite, come align for the big fight to rock for you
But beware, all those angels with their wings glued on
’cause deep down, we are frightened and we’re scared
If you don’t stare

Who wants honey, as long as there’s some money
Who wants that honey?

Let me out 4x

Tell me all of your secrets, cannot help but believe this is true
Tell me all of your secrets, I know, I know, I know
Should have listened when I was told

Pertama ngeceng Smesing waktu mereka membesut double album Meloncollie and the Infinite Sadness. Lagu 1979 dengan video klip orang-orang party itu loh, kena banget. Tapi hati saya dimenangkan seluruhnya ketika iseng meminjam album Siamese Dream. Kasetnya diputar bolak-balik, tanpa henti, menemani saya belajar untuk ulangan matematika, kimia, fisika, dan banyak lagi.

Album Siamese Dream juga menjawab pertanyaan: ‘Name one record that you wanna be stranded with in an island.’ Yes, Siamese Dream. Sudah terbukti pada saat kerja praktek di NTT dulu, kan masih jamannya walkman tuh. Dan saya cuman bawa 3 album, yang mana salah satunya ya album ini. Kembali diputar-putar menemani saya menjelajahi site tambang emas itu. Dari kamar yg nun jauh disana, makan di mess hall, ngecengin cowok di lapangan basket, pinjem buku di perpustakaan dan aktivitas-aktivitas lainnya.
Tahun-tahun berikutnya lagu-lagu Siamese Dream selalu wajib ada di dalam MP3 Player. Satu lagu yang paling sering berkumandang adalah Cherub Rock. Walaupun ga ngerti lagu ini tentang apa, tapi ajaib deh, lagu ini selalu memberi kekuatan. Rasanya semangat gitu setelah dengerin lagu ini kenceng-kenceng. Waktu thesis lagu ini diulang-ulang sambil berkutat mengulik skrip model gempa dengan bahasa fortran.

Katanya sih, lirik lagu ini bercerita tentang sebelnya Billy Corgan terhadap industri rekaman. ‘Who wants honey? As long as there is money…’ Dia pun berteriak-teriak ‘Let me out, let me out…’ Yang mana suka sekali saya ikuti. Saya juga suka mendendangkan riff gitarnya itu. Ciamik punya memang, sehingga lagu ini masuk list Guitar World’s list of the 100 greatest guitar solos of all time, walopun hanya di urutan ke-97.

Kenapa Smashing Pumpkins dinobatkan sebagai ‘My favorite band’, hmm… Kenapa ya? Saya suka sama lagu-lagunya, dari mulai yang full distorsi gitar seperti Cherub Rock ini, sampai ke lagu lirihnya Luna dan In the Arms of Sleep. Terus terang saya lebih suka waktu jamannya James Iha masih bergabung. Image-nya itu loh, melankolis abis. Saya kira, Iha-lah yang menulis lagu-lagu sendu SP, tapi ternyata, Smashing Pumpkins memang Billy Corgan. Mau ga mau saya harus mengakui, Billy-lah yang memberi sentuhan mejik di lagu-lagu SP. Membuatnya melodius dengan lirik yang puitis. Seperti katanya di Cherub Rock:

‘Stay cool, and be somebody’s fool this year.’

Day 09: a song that you can dance to

Ada dua kandidat lagu yang ingin saya ceritakan untuk meme song tentang menari-nari ini. Yang pertama adalah, tari Saman nan berkesan yg videonya bisa ditengok disini Jadi, batch 2008 ITC mempersembahkan tari Saman di International Evening. International Evening ini semacam event tahunan di kampus saya, dimana setiap negara berpartisipasi menampilkan cultural performance. Indonesia juga ga mau kalah dong. Lalu kami menari Saman-lah. Rasanya para pelajar Indonesia yang pernah belajar di luar negeri pasti mengalami menarikan Saman. Karena tariannya masal, unisex, gerakannya sebenarnya sederhana tapi tampilan akhirnya memukau pemirsa. Periode tari Saman ini salah satu momen yang paling memorable buat saya. Seru sekali setiap malam berlatih tari Saman, menghapal lirik bahasa Aceh, juga brantem-brantem kecil penuh intrik. Hehe.Kami tampil terakhir. Dari riuhnya tepuk tangan dan hebohnya komentar teman sekelas di hari berikutnya, boleh dibilang ini penampilan yang sukses. Tambahan lagi, si supervisor (walaupun waktu itu belum jadi supervisor) mendatangi saya di after party dan berkomentar, “I think Indonesia’s dance was the best performance tonight,” dengan mata berbinar-binar. “Thank you,” saya menjawab sopan tanpa sadar bahwa semenjak itu matanya sudah menyihir saya.
Yo oposeh kok malah supervisor.Ah iya, selesai tampil ada party, lengkap dengan sound system jedang jedung, lampu disko, dj dan bar dadakan. Saya masih gembira karena tari Saman barusan. Tanpa berganti busana, masih dengan iket kepala ala Reny Jayusman mau ronda, saya bergabung bersama teman-teman sekelas bersenang-senang di lantai dansa. Senang sekali.

Malam itu rasanya punya saya sendiri. Karena selain tampil di panggung dan dipuji oleh supervisor, semaleman saya berdansa dengan cowok ganteng. Kami tidak sempat bertukar partner, atau ya memang tidak mau. Hihi. Lagu apapun yang dimainkan dj, kami menari walaupun gerakannya makin ngarang. Saya tambah keras tertawa-tawa dan dia nampak bahagia. Rehat sejenak, dia pergi ke bar lalu kembali dengan segelas bir dan segelas air keran. Sudah jelaslah, siapa minum yang mana.

Lalu kami menari lagi. Dan tiba-tiba dj pun memainkan Hips Don’t Lie-nya Shakira. Saya seperti kerasukan roh shakira dan berputar-putar begitu gembira. Semakin dangdut rasanya, tapi lagu itu begitu rancak sampe rasanya ga sanggup untuk ga bergerak. Dan mempunyai partner cowok ganteng saat lagu ini sangatlah pas, ‘Oh baby when you talk like that, you know you got me hypnotized.’ Megal megol ga brenti-brenti. Atau itu pengaruh birnya ya?

Di pesta-pesta berikutnya Hips Don’t Lie selalu diputar. Dj-nya memang kurang kreatif. Sudah pasti, saya bawaannya ingin menari-nari. Terlepas dari partner-nya ganteng atau ga, atau berapa kadar alkohol dalam darah. Terlepas international evening sudah lama berlalu, dan banyak lagu lainnya yang enak buat bergoyang. Bagi saya, lagu ini cocok sekali buat quotes terkenalnya Mark Twain: “Sing like no one’s listening, love like you’ve never been hurt, dance like nobody’s watching, and live like its heaven on earth.”

Jadi marilah semuanya…

And I’m on tonight
You know my hips don’t lie
And I am starting to feel you boy
Come on lets go, real slow
Don’t you see baby asi es perfecto

Maaf liriknya tidak ditampilkan disini. Panjang bok. Pergi aja kesini.

Day 08: a song that you know all the words to

Lagu yang sungguh kekejuan ini ajaibnya meyihir saya dan saya berani terima tantangan karaoke lagu ini sambil membelakangi layar tv.

Bed of Roses – Bon Jovi 

Sitting here wasted and wounded at this old piano
Trying hard to capture the moment this morning I don’t know
‘Cause a bottle of vodka is still lodged in my head
And some blond gave me nightmares, think that she’s still in my bed
As I dream about movies
They won’t make of me when I’m dead

With an ironclad fist I wake up and french kiss the morning
While some marching band keeps it’s own beat in my head
While we’re talking
About all of the things that I long to believe
About love, the truth, what you mean to me and the truth is
Baby you’re all that I need

I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I’ll sleep on a bed of nails
I wanna be just as close as your Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses

Well I’m so far away the step that I take’s on my way home
A king’s ransom in dimes I’d give each night
To see through this pay phone
Still I run out of time or it’s hard to get through
Till the bird on the wire flies me back to
You I’ll just close my eyes, whisper baby blind love is true

Well this hotel bar’s hangover whiskey’s gone dry
The barkeeper’s wig’s crooked
And she’s giving me the eye
Well I might have said yeah
But I laughed so hard I think I died
Ooh yeah

Now as you close your eyes
Know I’ll be thinking about you
While my mistress she calls me to stand in her spotlight again
Tonight I won’t be alone
But you know that don’t mean I’m not lonely
I’ve got nothing to prove for it’s you that I’d die to defend

Sejujurnya, lagu ini dihapalkan dengan khidmat menyambut naik haji jamaah Bonjoviniyah di Ancol, May 1995. Ga hanya lagu Bed of Roses, lagu-lagu lain lancar dinyanyikan dari mulai RunawayLay Your Hands on MeLivin’ on a PrayerNever Say GoodbyeIn These ArmsSomeday I’ll be Saturday Night; dan tentu saja lagu yang bikin radang tenggorokan; ‘Shot through the heart and you’re too bad, darling you give love a batman!’; Tapi untuk meme kali ini saya pilih Bed of Roses saja. Enak buat dinyanyiin dan saya suka sekali liriknya.

Ehem. Ini sebenernya saya yang norak kali ya. Karena sejujurnya perlukan kuulangi lagi, saya suka sekali lirik lagu Bed of Roses. Bukan bagian; ‘I wanna laaaayyy you down on a bed of roses..’; karena bagian ini sungguh gombal, kebayang kalo ketusuk duri mawar. Bagian favorit saya adalah,‘A king’s ransom in dimes I’d give each night to see through this payphone.’t; Yeah, I know, curcol keseringan LDR :P

Lagu ini ada di album Keep the Faith, album Bon Jovi favorit saya. Pertama karena pada warsa ini Jon Bon Jovi potong rambut dan membuat si sayah abege naksir berat. Kedua, saya suka sekali lagu Keep the Faith, dengan melodi menghentak dan lirik yang sangat positif. Ketiga, si sayah abege yang hopeless romantic (sampe sekarang ding) tentu saja termehe-mehe membayangkan Jon main piano sambil menyanyikan lagu ini. ‘About all of the things that I long to believe. About love, the truth, what you mean to me and the truth is, baby you’re all that I need.’ *klepek klepek*

Sayang semenjak album Crush, saya bosan dengan Bon Jovi. Entah kenapa, hati dan otak ogah mencerna lagu-lagunya. Mungkin Bon Jovi memang kehilangan sentuhan midas pada lagu-lagunya atau saya yang berubah selera. Yeah, people change, everything change. Tapi ada satu yang berubah dari diri saya dan membuat saya semakin menyukai lirik Bed of Roses ini. Menurut saya, cowok yang sedang hangover itu seksi ;)

Baiklah, silahkan menikmati Bed of Roses lewat YouTube yang saya sematkan di atas. Sengaja saya pilih versi ‘An Evening with Bon Jovi’ dimana di awalnya Jon cerita sedikit tentang lagu ini. Dan tentu saja, ehm, di mata saya, Jon ganteng sekali dengan rompi hitamnya itu. Dan yang ini hanya berubah dikit.

Video klip aslinya ada disini

Day 07: a song that reminds you of a certain event

kamar ini dan pemandangan ini, bikin ngilu di hati sekarang

kamar ini dan pemandangan ini, bikin ngilu di hati sekarang

Dari sekian banyak lagu yang berseliweran di kepala, akhir-akhir ini ga ada lagu yang memorinya sepekat Mrs. Cold – Kings of Convenience. *menarik napas panjang*

Lagu ini menjadi single pertama dari album Declaration of Dependance. Saya sudah jatuh cinta pada duo Norway ini jauh sebelumnya. Setelah lima tahun absen, September 2009 mereka kembali dengan album ketiga, sarat akan lagu-lagu yang menurut orang-orang ‘lebih dalem’. Saya setuju dong ah. Mari kita simak lirik Mrs. Cold yang katanya tentang ‘ice princess’ yang dulunya jaim tapi lama-lama doyan juga. Katanya sih karena dia istri orang. Hihi.

Ah, tapi buat saya Mrs. Cold selalu menendang saya kembali ke autumn 2009.

Mrs. Cold – Kings of Convenience

Hey baby, Mrs. Cold Acting so tough,
didn’t know you had it in you so be hurt at all
You waited too long You should’ve hook me,
before I put my raincoat on
Oh can I get it, Oh can I see
You were fronting because
You knew you’d find yourself vulnerable around me

Oh can I get it, Oh can I see
You feel vulnerable around me
Hey, baby what’s going on?
You lost control and you lost your tongue
You lost me, deaf in my ear
Nothing you can say is gonna change the way I feel

Oh can I get it, Oh can I see
You were fronting because
You knew you find yourself vulnerable around me

Oh can I get it, Oh can I see
I step too close to your boundaries
You wanted nobody around to see
You feel vulnerable around me

Hey baby
What is love?
It was just a game
We’re both playing and we can’t get enough of
We’re both playing and we can’t get enough of
We’re both playing and we can’t get enough of

Lagu ini menyentakkan ingatan akan bangun pagi. Kegiatan yang sedikit banyak saya benci itu. Termasuk bangun pagi di musim gugur. Suhu udara mulai turun lagi dan pagi datang makin lambat. Saya berulang kali berada dalam keadaan antara sadar dan tidak, medengarkan lagu ini membahana di kamar. Petikan gitarnya yang ciamik dan melodi yang jenaka selalu berhasil membuat saya mengulas senyum setengah tidur. Sapaan ‘Hey Babi!’ membuat ingin meneruskan ‘Mrs. Cold, acting so tough..’ tapi gusi masih rapet dan asem rasanya.

Kamar kecil berjendela besar biasanya itu sudah terang benderang dan saya bisa dengan jelas melihat birunya langit di awal musim gugur. Saya lalu menyesap lady grey tea sambil memandang daun-daun yang baru berniat menguning. Percakapan pagi hari yang berlangsung pelan dan beban thesis yg sedikit demi sedikit mulai memberat. Tapi hey, mari kita ketemu supervisor cintaku hari ini! Saya pun bergegas mandi.

Hari-hari yang dulu terasa biasa, tapi akhir-akhir ini dalem banget dikangeninnya.

*menarik napas lebih panjang*

All in all, dengarlah mereka berdua berdendang:

“What is love? It was just a game, we’re both playing and we can’t get enough of..”

Video klip aslinya ada disini