Budaya selamat Natal

reddoor1Muslim mengucapkan selamat Natal?

Kenapa perdebatan muslim mengucapkan selamat Galungan atau Nyepi nggak pernah ada, tapi perdebatan soal Merry Christmas ini selalu muncul tiap tahunnya?

Dulu saya juga ga ngucapin Natal karena nyokap gw melarang. Tapi ada suatu masa saya tiba-tiba keranjigan semangat natal dan gw beli kado buat Cecil, Lioni dan Jiban. Teman-teman terdekat gw yg merayakan Natal. Saya akan menyetel lagu Have Yourself a Merry Little Christmas yang dinyanyiin Agnes Monica saat bulan Desember tiba. Ngg, emang versi Agnes Monica kurang tepat ya. Kayak ga ada versi Michael Buble aja. Atau yang Phillip Spector noh.

Saya sangat suka perbedaan agama. Selalu terpukau dengan berbagai cara orang mendekatkan diri dengan Tuhan. Saya selalu bilang dalam hati maupun keras-keras, urusan agama adalah hak asasi.

Natal di tanah air identik dengan ritual agama Kristen dan Katolik. Jauh sebelum saya melihat Natal sebagai budaya. Sama seperti lebaran, ada yang mudik, kumpul keluarga, makan enak, dan saling memberi.  Padahal kalau menurut kitab suci, yang wajib itu hanyalah berpuasa, menyisihkan sebagian rejeki dan sholat Eid.

Baru deh waktu tinggal di Belanda, saya punya kacamata baru. Adalah itu Simona, cewek aktif asal Italia yang selalu semangat dan antusias bercerita tentang macam-macam, pun mencoba berbagai hal. Walaupun topik agama ini cenderung cukup pribadi, akhirnya keluar juga di sela-sela sesi renang kita. Dia mengaku atheist. Tidak ber-Tuhan. Dan di Belanda, itu menjadi hal biasa. Entahlah di Italia. Atheist juga menurut saya adalah hak asasi. Jadi saya pun kembali berenang bersenang-senang dengan Simona.

Tibalah waktunya bulan Desember. Simona mulai heboh merencaknakan kunjungan ke Chirstmas market terdekat, memborong akesoris bergambar rusa dan santa Claus. Tak lupa dia beli pohon natal yg memenuhi kamar dormnya yg secukupnya itu. Saya hanya terpana melihat antusiasmenya. Tapi ini Simona, hidup menurutnya adalah perayaan.

Sambil memilih-milih kaos kaki berukuran jumbo di pasar, saya sempat dengan kurang ajarnya protes, “Kamu kan Atheis, simona!” Lalu dia menatap saya seolah-olah saya ini orang paling bodoh “Tapi ini kan Natal!”

Ya, mungkin saya adalah orang paling bodoh karena kurang paham soal agama dan budaya Natal. Kurang wawasan, kurang cukup pintar membedakan. Tapi saya ga cukup bodoh untuk melewatkan senyum teman-teman saat saya mengucapkan selamat Natal. Damai di bumi, damai di hati.

Selamat Natal dari saya dan husky raksasa!

Selamat Natal dari saya dan husky raksasa!