Thursday Track: Emma Morley Mixtape di Spotify

350112379

Selamat datang di Indonesia, Spotify!
Untuk memperingati momen bersejarah ini, Thursday Track kali ini saya ga hanya berbagi lagu tapi sejembrengan lagu di my favorite playlist of all time: Emma Morley Mixtape. Karena apalah artinya Thursday Track tanpa Spotify.

Saya mulai tau Spotify semenjak terobsesi dengan novel One Day. Di One Day Em bikin mixtape buat Dex, dan David Nicholls sang pengarang dengan rajin meng-upload ke Spotify. Waktu itu saya masih di Jakarta, belum ada Spotify, tapi akibat penasaran maka saya dengan rajin (dan sedikit kurang ajar) mengunduh tiap lagu secara manual dari internet. Menggunakan kuota internet kantor pegawai negeri yang sesuai dengan performa kerja maka menghasilkan donlod sekitar 20 lagu berlangsung selama dua hari.

Tapi ga nyesel sama sekali, karena saya seperti menemukan panutan baru untuk selera musik. Dari the Kinks ke Massive Attack. Dionne Warwick hingga Magnetic Fields. Sampai sekarang playlist Emma Morley Mixtape ini jadi satu-satunya musik yang ada di hp.
Setelah pindah ke NY, dan diingetin Alsya soal Spotify, saya langsung mendengarkan lagi Em’s Mix Tape. Ga usah nunggu dua hari, tinggal klak klik sana sini. Lebih keren lagi, ada playlist Dexter Mayhew Mixtape (yang sayangnya bukan selera saya) dan Emma Morley’s Music yang isinya 1000 lebih lagu mirip-mirip Em’s Mixtape. David Nicholls is an awesome DJ!

Untuk selanjutnya, saya bisa ngobrol panjang tentang betapa saya cinta Spotify yang memperkaya khasanah permusikan nasional *apeeuuu dan algoritma canggih DJ Spotify dengan rekomendasinya yang dahsyat akurat. Kehadiran Spotify dan berbagai akses music streaming sudah lama menjadi perdebatan. Tapi buat saya metode ini udah paling praktis, dan saya emang ga berminat koleksi musik dalam bentuk apapun. Kecuali kalo para musisi ngeluarin koleksi seprai dan bed cover buat merchandise baru deh saya panik). Canggihnya era dijital adalah kita semakin bisa menikmati banyak hal tanpa harus memilikinya.

Eniwei, yang masih keukeuh ga mau nyoba Spotify, ini salah satu lagu dari Emma Morley’s Mixtape yang bagi saya menggambarkan banget hubungan antara Em and Dex.

Gambar diambil dari http://dexterandemma.tumblr.com/

Tag + kompilasi lagu + kuis + promosi tak berbayarx

Kena tag sama Etsa di instagram, maka akan saya balas disini. Loh kok beda media?
Abisnya kalo di instagram ga bisa nulis panjang-panjang. Saya termasuk orang yang senang menggunakan sesuatu sesuai fungsinya. Mau nulis panjang ya di blog, instagram buat foto-foto dan facebook buat jejaring sosial stalking orang-orang pada ngapain aja. Twitter buat segala yang random.
Eniwei..
Sudah semenjak tiga tahun belakangan ini, sumber musik saya adalah Spotify. Nyaris 90%. Sisanya dengerin vinyl punya Jesse. Kadang dengerin vinyl punya sendiri sih, tapi apalah artinya 10 keping plat dibanding ratusan plat dia. Kadang dengerin cd juga, tapi makin langka ya benda ini. Saya nyaris ga pernah dengerin lagi lagu-lagu format MP3 yg dulu rajin ditata di folder “Mucik” #sokimyut. Dengan ribuan lagu di Spotify, rasanya ga pernah kekurangan referensi musik. Ditambah, mood saya berubah-rubah antara pingin dengerin lagu baru secara acak dan mengulang-ulang album yang lagi bikin kasuat-suat. Spotify memberi rujukan tepat untuk lagu dari band-band yang namanya semakin lama semakin aneh, dan juga menampung album-album klasik semacam the Meat is Murder dan Reading, Writing and Arithmetic yang ga pernah bosan saya dengarkan sampai kapanpun.
Jadi tag-nya tentang apa tadi? Playlist!
Kebalikan dari Etsa yang ga pernah bikin playlist, saya punya banyak sekali playlist. Yang paling ngetop sih menurut saya sebagai pendengar satu-satunya adalah playlist Maps, yaitu kumpulan lagu-lagu upbeat yang menemani saya di kantor kalo lagi bikin peta. Kebanyakan lagu indie rock sih, entah kenapa menurut saya indie rock itu menstimulasi untuk berbuat kreatif, seperti punchline generasi millenia kita ini *pose ala hipster kerja di kedai kopi*. Saya juga punya playlist Rainy Days, yang isinya lagu2 mellow cocok didengarkan saat di luar hujan dan kita kemulan sambil minum teh. Ada playlist Road Trip, cocok buat duduk di tepi jendela kereta sambil berusaha ga ketiduran menunggu pemberhentian selanjutnya. Buat jogging, buat ngepel, buat HIIT juga ada. Pokoknya banyak deehh.

Hari ini saya bikin playlist buat Etsa yang berisi lagu-lagu random juga. Hihihi. Semoga dia suka ya. Kalo menilik playlistnya Etsa sendiri, anaknya Sigur Ros banget. Kalo itu mah dengerin aja noh playlist Rainy Days saya, beres. Hihi, malesan deh anaknya. Ini ga ada tema khususnya sih, selain agak-agak dipengaruhi cuaca New York yang duhai kelabu sekali hari ini, sama pingin memperkenalkan Etsa dengan khasanah musik saya alias Spotify.

Saya tadinya pingin bikin cerita masing-masing lagu, tapi itu mah buat proyek berikutnya aja ya ;) Ini baru pengantar playlist aja panjang, apalagi ngecapruk buat tiap lagu.
Nah, supaya khusyu ngedengerinnya, saya sekalian bikin kuisnya ah. Silahkan dengarkan playlist buat Etsa ini baik-baik, dan boleh banget buka textbook. Take home test ceritanya. Lalu, silahkan jawab pertanyaan berikut:

  1. Lagu ini tentang patah hati gara2 ditinggal selingkuh oleh Regina Spektor. Pertanyaannya, selingkuh dengan siapakah Regina? *dibaca dengan nada setajam silet*
  2. Artis mana yang Broken Social Scene banget? Kisi-kisi: sama-sama dari Toronto tapi tidak berbagi personil yang sama.
  3. Lagu apa yang cerita soal aborsi?
  4. Saya baru sadar playlist ini sangatlah ke-utara-utara-an, alias didominasi artis North America. Maka, sebutkan dua artis yang bukan dari North America dan negara asalnya? Kisi-kisi: Ada empat sih sebenernya.
  5. Lagu apa yang sejatinya ada di soundtrack film The Eternal Sunshine of the Spotless Mind? Kisi-kisi: Artisnya digawangi oleh ex vokalis Tripping Daisy. Ayo anak MTV 90-an masih inget ga?

Kuis ini terbuka buat siapa saja. Silakan menuliskan jawaban langsung di kolom komen. Karena pertanyaannya cukup susah (perlu analisis tajam dengan berbagai referensi), maka yang bisa jawab kelimanya dengan benar, akan saya kasih hadiah langganan Spotify premium selama empat bulan. Serius ini yaa…

Ini kenapa dari tag lalu playlist, lalu quiz, lalu promosi sih?