Ulasan buku resep: The Best of Indonesian Cooking

indonesiancooking

Okeh, konser Blur dan Hinds telah lewat, sekarang waktunya kembali berkutat di dapur.
Udah ngerti kan ya tentang si dapur cilik (belagak pada rajin baca blog ini) dan niat mendokumentasikan resep-resep yang sudah gw tes, terutama yang berhasil, yang gagal mah pura-pura aja ga masak. Hihi. Tapi setelah dipikir-pikir semua resep yang berhasil itu rata-rata masakan Indonesia. Dan resep masakan Indonesia, darimana lagilah klo bukan dari buku The Best of Indonesian Cooking ini.

Punya buku resep ini juga ga sengaja. Pemberian mantan #uhuk sebagai cinderamata terindah. Awalnya sih ngerasa, dih ngapain sih kayak susah aja nyari resep masakan Indonesia. Pabalatak itu di internet. Dan kayak mau rajin masak aja, mending beli deh biar praktis. Tapi karena dia yang beresin koper gw, maka buku ini dibiarin aja masuk di kargo. Niatnya sih mau dikasihin ke bule yang berminat belajar masakan Indonesia. Sungguh niat buruk berakibat putus #curcoldetected

Tapi ternyata gw punya misi mempopulerkan masakan Indonesia biar kemana-mana bisa pesen nasi goreng Jawa. Maka gw mulai masaklah. Lupa juga pertama kali nyoba resep masakan yang mana. Yang jelas setiap kali mau masak, lalu ngubek-ngubek di internet malah bingung sendiri. Dan resep juga cocok-cocokan ya. Misal mau masak opor ayam, di internet ada ratusan resep opor ayam. Capek men bacain satu-satu, membandingkan dan ga semuanya jelas. Ibu-ibu itu bolehlah jago masak, tapi ga semua jago nulis resep yang gampang diikuti. Belum lagi urusan nerjemahin berbagai bumbu apakah itu kluwak, kunci atau lengkuas dalam bahasa enggres? Ditambah takaran yang harus bolak-balik gw konversi dari gram ke cup, dsb. Ribet ah.

Nah, buku ini bahasa Inggris jadi lebih gampang nyari bahan-bahannya di toko-toko New York. Udah gitu, ada penjelasannya di depan tentang bumbu-bumbu dasar, alat-alat masak yang dibutuhkan dan foto-fotonya bikin ngiler jaya. Terus setiap langkah-langkah resep dijelaskan singkat, padat dan teratur sesuai urutan masak. Gw paling sebel kalo lagi masak ngikutin resep trus harus bolak-balik dari langkah satu ke atas bawah dan sebagainya. Emangnya DDR #gamelawas.

isibukuresep
Begitu sukses masak beberapa resep dari buku ini, udah deh jadi kitab masak-memasak di dapur. Dan nyaris ga ada yang gagal, kecuali beberapa resep yang gw masak kurang bahan karena males ke pasar saat musim dingin. Gw bahkan segitu sombongnya, ngasihin buku ini ke Jesse, suruh dia tunjuk resep manapun akan gw masakin. Eh dia nunjuk ayam betutu. Ini belum waktunya Thanksgiving woy.

Eniwei, buku ini sangat direkomendasikan bagi yang mau belajar masak masakan Indonesia, dengan kategori sebagai berikut: pemula, orang Indonesia yang tinggal di luar negeri maupun orang non-Indonesia.

Barusan gw hasil googling ternyata ada pasangannya yaitu Indonesian Dessert. Yay! Langsung khilaf order, dan nantikanlah kreasi menuju diabetes berikutnya yaaa…

Iklan

Blonde yang ga bisa nyanyi

blonde1
Entah kenapa saya punya hobi midnight baking. Masih amatir karena menunya baru 3 macem, banana bread, brownies sama blonde. Dan biasanya suka menyesal karena udah jam 12 malem dan terkantuk-kantuk nungguin kuenya mateng.

Paling seneng sih bikin brownies, karena itu cemilan favorit (selain kacang atom pedas). Suatu hari ketika lagi nyari2 resep varian brownies, malah ketemu blonde. Sempet ngikik sendiri, dikirain becanda ya ini. Brownies-nya ketemu hantu kali ya trus syok dan pucet hingga jadi blonde *kriuk. Tapi ternyata blonde ini cukup lumrah, kita aja yang ga tau. Rasanya didominasi caramel tapi teksturnya kayak brownies. Enak, cocok buat temen minum teh atau kopi. Atau Baileys juga boleh kalau mampu.

Dan bikinnya gampang banged cuy. Cuma pake satu mangkok, ga pake mixer-mixeran, dan mudah dimodifikasi. Buat saya sih berarti semakin banyak bourbonnya. Uhuuyy..Yang jadi pe-er adalah ketika stok brown sugar saya beku sekeras potongan batu bata. Ternyata ada triknya untuk menyimpan brown sugar ini, di kontainernya sertakan potongan marshmallow. Si marshmallow ini akan menyerap kelembaban, dan bisa ditambahkan di kopi atau susu coklat buat temen nyemil blonde.

Baiklah berikut resepnya ya.. Aslinya dari sini blonde2

Persiapan: 5 menit (kalo saya mah amatir dan semuanya takarannya harus pas, jadi biasanya 15 menit)

Waktu masak: 25 menit
Bahan:
1 cup (115) mentega, cairkan. sisakan secukupnya untuk mengoles loyang – disarankan yang unsalted.
1 cup (230 g) gula palem (dark brown sugar) – disarankan yang dark, supaya karamelnya terasa banged
1 butir telur
1 1/2 sdt ekstrak vanili
1/2 sdt ekstrak almond (pilihan) – saya ga punya, jadi diganti bourbon 2 sdt :P
1/8 sdt garam
1 cup (140 g) all purpose flour

Kalo suka, berikutnya bisa ditambahkan
1/2 – 1 cup chocolate chips
1/2 to 1 cup kacang cincang
1/2 to 1 cup korma dicincang atau kelapa parut
1/4 cup liquor (bourbon, whisky, rum, baileys, dll). Tambahkan 1 sd tepung supaya pas
1/2 sdt perasa makanan seperti mint, kelapa, stroberi, dll
2 sd bubuk kopi instan

Yang kemarin terakhir bikin itu ditambah 2 sdt bourboun esktrak, potongan almond buat taburan atasnya dan 1 sd bubuk espresso.

Cara memasak:
Panaskan oven sampai 350 F (177C), abis itu olesi loyang dengan mentega. Saya cuman punya 1 loyang 20cm x 20cm.
Lelehkan mentega, lalu campur brown sugar hingga halus.
Masukkan telur, ekstrak vanilla, ekstrak lain2nya dan garam.
Masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil terus aduk-aduk hingga adonan halus.
Kalau suka bahan2 lainnya seperti kacang, chocolate chips, dll, masukkan juga.
Tuang adonan ke loyang, panggang selama 20 – 25 menit.
Setelah matang boleh dicek dengan tusukan di tengahnya dengan tusuk gigi (atau sumpit atau garpu), kalo tusuk gigi keluar bersih tanpa ada adonan yg lengket berarti sudah matang.
Tiriskan selama sekitar 10 menit.
Potong-potong blonde, biasanya jadi 16 potong.

Selamat menikmati!

Pudding teh hijau biji chia

Jadi saya keranjingan pudding vanilla biji chia yang bisa dibeli di Liquiteria dengan harga $6. Enak deh, saya kan sukanya makanan yang lembut dan ga usah ngunyah gitu. Pudding chia ini bisalah dikategorikan yang manis-manis pelipur lara selain es krim teh hijau. Nah, akibat sinusitis juga, saya dengan berat hati mendermakan satu pint es krim teh hijau dari kulkas dan hanya bisa membayangkan lembutnya krim dan kesatnya rasa teh hijau di mulut. Bahkan saya memandang sendu saat makan malam di restoran Jepang dan menelusuri daftar menunya. Bay bay es krim teh hijau, dan eh apa, ada pudding teh hijau? Yang ini gapapa lah ya… Asalkan susu dan krimnya bukan dari sapi.
Lalu mulailah petualangan mencari resep pudding teh hijau yang mana mengantar saya ke resep pudding teh hijau biji chia ini! Wow wow wow, dahsyat sekali penemuan ini. Teh hijau favorit berpadu dengan biji chia yang sarat khasiat. Langsung deh besoknya berburu biji chia yang cukup mudah ditemukan di supermarket dan cukup berat di kantong. Tapi gapapa deh. Ini sekeresek bisa buat pudding chia sampe kembung.
Hebatnya lagi, resep pudding biji chia ini bisa dengan mudah dimodifikasi. Setelah teh hijau, saya berkreasi dengan pudding blueberry kayu manis dan stroberi. Semuanya sukses enak, mentah dan semoga menyehatkan. Dan kalo dibilang masak-memasak, enggak juga kok, cuman ngaduk-ngaduk doang. Rasanya resep ini juga cocok untuk ibu-ibu yang ingin masak-masakan sama anaknya. Hati-hati saat pake blendernya, ya mom.

Berikut adalah khasiat biji chia dari sini:
– Mengandung asam lemak omega-3
– Kaya akan serat
– Kaya akan zat anti-oksidant
– 2 sendok teh biji chia mencukupi 18% kebutuhan kalsium kita sehari-hari, 35% fosfor, 24% magnesium, dan 50% mangan.
– Bikin kenyang (walopun ga bisa la ya dibandingin sama makan sepiring nasi dan lauk pauk)
– Gluten-free
– Bisa dipakai sebagai pengganti telur
– Bisa dimakan langsung, ga usah digerus dulu. Walopun kalo dikunyah begitu saja tanpa campuran apa-apa, kemungkinan nyangkut di gigi. Eh ini bukan gw yang nyoba looohh..

Gimana, udah cocok belum gw sebagai sales respresentatives biji chia?

Jelek-jelek juga hasil karya sendiri

Jelek-jelek juga hasil karya sendiri

Bahan:
1 sdt teh hijau
1 gelas susu almond/susu kedelai
1 sdt madu
1 sdt ekstrak vanili
1 sd biji chia
5 butir( atau lebih) blueberry untuk hiasan

Cara memasak:
Blender teh hijau, susu almond/susu kedelai, madu dan esktrak vanili. Boleh dicicipi apakah susah cukup manis. Tambahkan madu bila perlu. Tambahkan biji chia, lalu aduk-aduk dengan sendok. Tiriskan, kemudian aduk lagi 15 menit kemudian. Taburi blueberry di permukaan biar cantik. Simpan di kulkas selama minimal 4 jam. Pudding siap dinikmati. Dianjurkan untuk segera dihabiskan karena hanya bisa bertahan kurang dari 48 jam.

Resep ini vegan, gluten free, cocok untuk yang paleo, dan tanpa melibatkan api.