Mimpi Siamese Dream

25649131413_61ad7c163e_k

Photo by @mohamed

Hari Rabu kemarin gw mendadak nonton Smashing Pumpkins. Mendadak karena ga niat tapi entah bagaimana caranya gw dapet wahyu bahwa SP bakal maenin setengah dari Siamese Dream. Langsung ngiler dan cari tiket saat istirahat makan siang.
Abis gimana ya, Siamese Dream itu album favorit gw sepanjang masa, sebelum akhirnya pindah ke the Sundays. Gw pernah sebulan cuman dengerin 3 album, maklum bok jaman walkman gitu ya, kalo traveling terpaksa cuman bawa 3 kaset. Siamese Dream salah satu di antaranya, dan paling banyak didengerin selama sebulan itu. Bertahun-tahun setelahnya, bahkan hari ini pun, gw ga pernah bosen sama Siamese Dream.
Sama Smashing Pumpkins-nya sendiri malah udah move on. Era setelah Ava Adore itu maksa banget menurut gw. Udahlah ga ada James Iha dan D’Arcy, Billy Corgan ketinggalan taringnya di Mellon Collie. Apa sih dia bicara tentang Tuhan, banyak pake elektronik dan industrial, agak gothik tapi maksa. Bukan resep pas buat generasi 90-an. Dan gw jatuh cinta sama SP ya karena dreampop-nya.
Sebenernya gw juga love and hate sama Billy Corgan. Love karena ga bisa dipungkiri dia menelurkan lagu-lagu favorit gw. Hate karena kelakuannya polontong, kalo manggung suka sakahayangna dengan seenak udel ngatur band-nya. Dimanakah letak team work-mu???? Tampangnya juga not my type #fisik

Ini bukan konser Smashing Pumpkins pertama gw, dan kalo boleh milih sih gw pinginnya balik ke tahun 1996 dan nonton mereka tur Mellon Collie. Tapi yasalam, baru dikasih nonton SP tahun 2010 di Ancol. Anggota orisinilnya tinggal Billy doang. Dan saat itu gw pingin banget nonton konser, nyanyi bareng musisi aslinya. Dan yah udah taulah, konser SP di Java Rocking Land itu bagaikan orgasme yang gagal. Semua orang antusias menyambut, eh BIlly-nya pundung, membuat gw manyun liat setlist yang ga dimaenin.
Tahun 2011 gw nonton SP di NY, kalo ga salah ini konser gw yang pertama di NY. Much much better. Billy nampak hepi bisa manggung di NY. Atau mungkin dia baru aja baikan sama pacar abg-nya itu. Cherub Rock dimaenin, gw pulang dengan cap haji SP mabrur di jidat. Udah tercapai cita-cita gw, ga usah lagilah ngejar SP.
Tapi gw sebenernya punya cita-cita lain yaitu, nonton SP maenin seluruh Siamese Dream plus Daydream sama Landslide. Dengan set panggung minimalis dan penontonnya duduk. Dan gw udah menyerah, manalah mereka mau maenin Mayonaise atau Disarm, kan ceritanya band rock, bukan band menyek-menyek. Eh taunya…

smashing

Foto-foto seadanya banget, niat cuman mau anteng nonton.

Maka Rabu malam itu gw duduk manis di Beacon Theatre, gw bahkan ga beli tiket kursi nyaris paling depan karena gw pingin menikmati dengan syahdu. Alah. Sama ga rela juga bayar mahal demi si Billy doang. Gw masuk pas mereka mulai, Billy maenin lagu yang ga gw kenal tentunya. Total empat lagu awal itu cuman Billy doang nyanyi sama main gitar. Gw mulai memble, myeh, apa-apaan ini males banget kalo cuman Billy doang, gw malah merasa bete ketika dia mainin Tonight, Tonight secara akustik. Harusnya ada drum roll-nya, gimana siiih.. Masak iya yang lain cuman part time?
Akhirnya di lagu keempat Jeff masuk dan mereka mainin Space Oddity.
Konser In Plain Song ini sungguhlah low-key. Biasanya kan jedar jeder rock show dengan lampu rame sana sini. Kali ini banyakan akustiknya, lebih dari setengahnya kali ya. Tata lampunya juga bagaikan panggung 17-an, minimalis banget. Seringkali panggung gelap, hanya ada lampu menyorot personil band. Bahkan visualnya pun tanpa animasi sama sekali, mereka cuman pake latar layar yang diganti sekitar tiap empat lagu.
Dari semua konser Smashing Pumpkins yg gw tonton, yang terakhir ini kerasa banget ini cuman ego show Billy aja. Smashing Pumpkins ya BIlly Corgan. Yang lain ikut meramaikan tapi ga punya hak veto. Jeff Shroeder yang walopun geeky banget main gitarnya, hanyalah sampingan. Katie Cole basis dan Sierra Swan keyboardis yang ga termasuk anggota resmi semacam ga punya saham di perusahaan SP. Yang kerasa agak banyak perannya adalah Jimmy Chamberlin. Eh iya, drummernya kembali Chamberlin loh!! Udah bapak-bapak banget tapi ah dia kan pemilik orisinil ketukan Today dan 1979 :)
Akhirnya tiket setengah harga terbayarkanlah saat Billy bilang mau maenin Siamese Dream. Dan disitulah gw meleleh, memaafkan segala kesalahan Billy dan rela nonton Smashing berkali-kali asal gw bisa denger lagu kesukaan gw dimaenin di depan mata gw. Berturut-turut: Mayonaise, Soma, Rocket, Spaceboy, sama Today. Lalu Disarm.
*brb nangis dulu*

Jamaah Smashingiyah di LA dapet kejutan dengan munculnya James Iha *aku irriii*

Gw beneran larut di setiap lagu itu. Ikutan bernyanyi lirih sambil senyum-senyum dan rasanya gimana gitu ya. Campur-campur antara seneng, manyun sedikit karena pinginnya sih ada James Iha dan D’Arcy. Perasaan-perasaan yang dulu ada saat mendengarkan Siamese Dream hadir kembali. Rasa ngantuk dan sebel ketika belajar menjelang Ebtanas (etdah jadoel), haha hihi sama sumpah serapah saat belajar gitar Mayonaise di himpunan pas kuliah, sampe degdegan waktu mau minta putus sambil pura-pura khusyuk dengerin Siamese Dream. Kan ada lirik ini di Spaceboy: Cause when a lover aches, that’s when a lover breaks. :)

Selesai sesi Siamese Dream, gw udah ga konsen lagi. Padahal mereka mainin 1979 dan Lily, lagu kesukaan gw juga. Udah gitu Katie Cole main gitar nyanyiin Malibu-nya Hole. Ya deh, yang mantan pacar Courtney Love. Tapi kenapa Malibu sih, kenapa ga Violet, apa kurang cocok sama konsep akustiknya ya?
Dan untuk balas dendam karena SP ga mainin encore pas di Ancol, gw pun pulang saat mereka mainin intro encore berupa cover Angie-nya Rolling Stones. Hihihi, yakale Billy peduli. Tapi gw lebih ga peduli, yang penting OMG gw liat Soma dimaenin di depan mata gw!!! Hari-hari selanjutnya, gw kena demam post-concert syndrome, ga bisa dengerin lagu selain album Siamese Dream. Makanya lewatlah hari Kamis tanpa sempet nulis Thursday Track karena niatnya nulis Jonathan Richman, apa daya ga bisa berenti mikirin lagu-lagu Siamese Dream #alesan.
Apalah artinya lagu baru kalau kita baru saja melihat lagu favorit kita dimainkan di depan mata, lima biji lagi.

25978951730_6c465c7998_k

Set terakhir melon collie banget. Photo by @mohamed

Makasih ya Smashing Pumpkins untuk album Siamese Dream. Makasih ya Billy Corgan untuk membuat Siamese Dream tetap hidup.

Kamu, apa album favorit dengan pengalaman ‘mabrur’-mu? :)

Iklan

Day 11: a song from your favorite band

Sebenarnya ini agak double dengan memesong Day 19 (nantikanlah!), tapi biar ga pusing, biarkanlah saya menghadirkan lagu ini disini ya: a song from my favorite band and from my favorite album.

Cherub Rock – Smashing Pumpkins

Freak out, and give in
Doesn’t matter what you believe in
Stay cool, and be somebody’s fool this year
’cause they know, who is righteous, what is bold
So I’m told

Who wants honey, as long as there’s some money
Who wants that honey?

Hipsters unite, come align for the big fight to rock for you
But beware, all those angels with their wings glued on
’cause deep down, we are frightened and we’re scared
If you don’t stare

Who wants honey, as long as there’s some money
Who wants that honey?

Let me out 4x

Tell me all of your secrets, cannot help but believe this is true
Tell me all of your secrets, I know, I know, I know
Should have listened when I was told

Pertama ngeceng Smesing waktu mereka membesut double album Meloncollie and the Infinite Sadness. Lagu 1979 dengan video klip orang-orang party itu loh, kena banget. Tapi hati saya dimenangkan seluruhnya ketika iseng meminjam album Siamese Dream. Kasetnya diputar bolak-balik, tanpa henti, menemani saya belajar untuk ulangan matematika, kimia, fisika, dan banyak lagi.

Album Siamese Dream juga menjawab pertanyaan: ‘Name one record that you wanna be stranded with in an island.’ Yes, Siamese Dream. Sudah terbukti pada saat kerja praktek di NTT dulu, kan masih jamannya walkman tuh. Dan saya cuman bawa 3 album, yang mana salah satunya ya album ini. Kembali diputar-putar menemani saya menjelajahi site tambang emas itu. Dari kamar yg nun jauh disana, makan di mess hall, ngecengin cowok di lapangan basket, pinjem buku di perpustakaan dan aktivitas-aktivitas lainnya.
Tahun-tahun berikutnya lagu-lagu Siamese Dream selalu wajib ada di dalam MP3 Player. Satu lagu yang paling sering berkumandang adalah Cherub Rock. Walaupun ga ngerti lagu ini tentang apa, tapi ajaib deh, lagu ini selalu memberi kekuatan. Rasanya semangat gitu setelah dengerin lagu ini kenceng-kenceng. Waktu thesis lagu ini diulang-ulang sambil berkutat mengulik skrip model gempa dengan bahasa fortran.

Katanya sih, lirik lagu ini bercerita tentang sebelnya Billy Corgan terhadap industri rekaman. ‘Who wants honey? As long as there is money…’ Dia pun berteriak-teriak ‘Let me out, let me out…’ Yang mana suka sekali saya ikuti. Saya juga suka mendendangkan riff gitarnya itu. Ciamik punya memang, sehingga lagu ini masuk list Guitar World’s list of the 100 greatest guitar solos of all time, walopun hanya di urutan ke-97.

Kenapa Smashing Pumpkins dinobatkan sebagai ‘My favorite band’, hmm… Kenapa ya? Saya suka sama lagu-lagunya, dari mulai yang full distorsi gitar seperti Cherub Rock ini, sampai ke lagu lirihnya Luna dan In the Arms of Sleep. Terus terang saya lebih suka waktu jamannya James Iha masih bergabung. Image-nya itu loh, melankolis abis. Saya kira, Iha-lah yang menulis lagu-lagu sendu SP, tapi ternyata, Smashing Pumpkins memang Billy Corgan. Mau ga mau saya harus mengakui, Billy-lah yang memberi sentuhan mejik di lagu-lagu SP. Membuatnya melodius dengan lirik yang puitis. Seperti katanya di Cherub Rock:

‘Stay cool, and be somebody’s fool this year.’